Commitment is about doing whatever it takes.—Anonymous

Swawawancara

Tuesday, August 14, 2007

Bisakah seorang wartawan mewawancarai dirinya sendiri dan kemudian menuliskan hasilnya seolah-olah dialog padahal monolog? Di www.itb.ac.id tampaknya bisa.

Ini satu contoh dari berita “Campus Channel Diresmikan” yang ditulis oleh Krisna Murti.
Bagi Armein Campus Channel adalah “panggung” baru dalam komunitas ITB. “Kita mau membangun suatu “panggung” di mana orang –siapapun itu– bisa tampil dan mengekspresikan kemampuannya,” katanya, “Dengan panggung ini terbentuk budaya suka berkontribusi yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas komunitas ITB.” Dalam waktu dekat, Campus Channel bersama dengan PPTIK akan memasang instalasi unit TV dan speaker di beberapa titik pusat massa kampus ITB. Siaran percobaan direncanakan dilakukan pada 27 Agustus 2007. Ditanya apakah akan bersifat komersial, Krisna, Kepala Kantor Berita ITB menjawab, “Bisa jadi. Tapi yang jelas, itu kami pikirkan nanti. Sekarang kami semua sedang fokus pada sosialisasi ke organisasi-organisasi yang ada di ITB serta penyediaan konten yang kontinu.”
Kalau melayani diri sendiri disebut swalayan, maka boleh dong kalau mewawancarai diri sendiri ini kita sebut swawawancara.

Ya nggak? Hehehe.

15 Komentar:

Anonymous rime »
14 August, 2007 13:18  

pertamax..!!! (ini kali pertama nulis pertamax)

iya juga ya.. kenapa hukumnya gmn tuh kram kalo gitu? valid ga? hehe..

Blogger benx »
14 August, 2007 13:29  

huahahaha..kayak roy suryo yak?
=D

dah dua tahun sejak pertama kali gw komentarin tulisan dia di web itb, tetap tidak berubah juga ternyata =D

Anonymous leksa »
14 August, 2007 13:36  

No comment...

ini yang ke-berapa,..
gw juga ga ngitung lagi...






*ehm..
tapi sebagai mantan sesama reporter Itb.ac.id .. gue ga setuju dengan lu Kram,.. bisa jadi dia minta tolong anak buahnya di kantor berita untuk me-wawancara dia.. terus, naskah wawacara nya dia olah, edit dan upload dalam situs itb.ac.id...


*biar seru..gue memihak Krisna disini..

Blogger Warastuti »
14 August, 2007 20:33  

Manifestasi narcisus (meureunn..)

Bener..bener, Kram..
Memang aneh terasanya.


*ada yg kurang tuh..

"Bagi Armein Campus Channel adalah "panggung" baru dalam komunitas ITB."

Seharusnya setelah kata "Armien" ada tanda koma.

Blogger Okky P. Madasari »
14 August, 2007 21:44  

huahhahaha...gw pernah pakai metode ini pas nulis surat buat mantan gw. Terlepas dari narsis atau tidak, swawawancara itu efektif banget untuk bisa ngungkapin pikiran2 kita. tapi kalo untuk kantor berita ya jangan atuh...

Blogger eRiek »
14 August, 2007 23:06  

ada-ada saja kamu kram buat istilah baru. swawawancara? kedengarannya aneh banget yak? secara percampuran dari perbendaharaan kata swalayan dan wawancara yang digabungkan? hehe...

Blogger Me Myself And Destiny »
15 August, 2007 00:18  

gw mihak yang merasa di bicarain aja deh... sekali - kali berada di pihak yang merasa di perbicarakan (kacau - kacau dah bahasanya)

Anonymous bodhi »
15 August, 2007 00:30  

beuuuhh ga ngerti ah kalo masalah kampus kaliyan mah!

Blogger ikram »
15 August, 2007 07:21  

Rima, mungkin valid saja sepanjang wawancara itu "memang benar-benar terjadi". Tapi kalau terjadi, itu menggelikan. Bercakap-cakap dengan diri sendiri kemudian menuliskan hasilnya seolah-olah dialog padahal monolog :P

Ben, kok mirip Roy Suryo? Memangnya Roy Suryo pernah mewawancarai diri sendiri?

Ijal, saya kan berpegang pada byline berita itu, dimana nama Krisna tertera disana... Kalau memang ada kontribusi orang lain semestinya dituliskan juga biar pembaca nggak bingung.

Terimakasih Ibu Guru Ika. Jadi kurang koma ya? Hehehe.

Okky, sebenarnya secara resmi ITB tidak punya kantor berita. Yang ada adalah online news reporter untuk itb.ac.id. Tapi dalam sebuah kesempatan Krisna pernah bilang, mereka lebih senang dipanggil "kantor berita".

Iya Riek. Swa + wawancara = Swawawancara. Aneh ya? Hohoho.

Agus: Ini bukan urusan pihak-memihak... Ini murni cuma mengomentari berita di itb.ac.id... Sesuatu yang wajar2 aja kok :) Nothing personal.

Kompas kan sudah sering, Bisnis pernah sekali (Hai Rif! Haha), Antara, Jakarta Post, sekarang giliran itb.ac.id. Biasa aja kan?

Budi: Hayo.. Sekarang sudah mengerti belum? :)

Blogger ikram »
15 August, 2007 11:36  

Saya ingin kembali menegaskan bahwa tidak ada sangkut-paut pribadi dengan kritik ini.

Krisna memang teman, tapi dalam hal ini saya mengkritisi dia sebagai wartawan. Sesuatu yang wajar saja bukan?

Sebelumnya kami pernah juga kok berdebat lewat email, tentang berita dia yang mengangkat soal maling di ITB. Biasa-biasa saja.

Terimakasih :)

Anonymous rusle »
15 August, 2007 14:58  

maaf, sebenarnya saya mau mengkomentari posting ttg gak lulus itu...kenapa bisa gak lulus, emang sulit bagaimana sih kawan?

saya pernah mengalami hal serupa, alasan saya gak lulus memang bodoh, yaitu karena syaa jarang masuk kuliah, kurang dari 70% kehadiran...saya memang salah, tapi karena pak dosennya lumayan idealis, dan menganggap apalah artinya mahasiswa S1 itu, kenapa harus dipersulit? dan saya lulus akhirnya, tanpa ujian apapun...alhamdulillah, tahun itu juga saya bisa wisuda,. nama dosennya Prof. Amrinsyah Nasution

Anonymous some one »
16 August, 2007 19:19  

Anjis ini udah kesekian kalinya.
Kalo mode wawancara setau gw udah tiga kali.
Pertama: Mojang-jajaka.
Kedua: Youth camp di filipine
Ketiga: Lomba bisnis itu.

Tak betul ini krisna. wawancara diri sendiri.

@rusle: belum kenal pak bobby seh :D

Anonymous rendy »
17 August, 2007 21:01  

kalau bahasa sopannya, meracap...
kalo kasarnya, masturbasi :)

tergantung konteks kata yang dipakai, tapi kalau swalayan, nanti malah timbul masalah, identik dengan pasar...

Blogger Nona Nieke,, »
18 August, 2007 12:10  

Ikraaaammmm..
knapa postingan ttg bi Ivonne gak boleh dikomen..?
gatel nih tangan gue pengen komen2..
arrrggghhh,,,
bikin gemez aja neyh si Ikram!

Blogger Vicky »
21 August, 2007 13:35  

iya kram.. pengen komen soal diusirnya elo dari kelas..

btw, lo bukannya pas sma pernah diusir juga yah dari kelas?? ya gak siy??

Leave a reply Back to home

tentang saya

tulisan sebelumnya

arsip

IkramPutra©2010 | thanks for stopping by