The time you enjoy wasting is not wasted time.—Bertrand Russell

The Sound of Busway

Friday, May 09, 2008

Pemberhentian berikutnya:
T O S A R I
Perhatikan barang bakwan anda, dan hati-hati melangkah.
Terimakasih.

------

Next stop:
T O S A R I
Please chech your belongings and step carefully.
Thank you.

My Early Present 3

Wednesday, April 16, 2008

This year’s is still notebook-related.

On one morning, I brought my notebook to Compaq Indonesia headquarters. “Everything was fine,” I told the customer service officer, “when suddenly it just stopped charging.”

“Do you bring the adapter with you?” he said.

“No. Can you check what’s wrong please?”

After saying “One minute,” he then grabbed an adapter of theirs, and plugged it into my notebook. Then I saw the charging-indicator light was on.

“Maybe your adapter is broken. You should’ve brought it so we can check too.”

“Ah, no need. How much would an AC adapter cost?”

He answered around Rp 500,000-700,000. Damn that’s a lot of money. So the next day, I decided to come to Ratu Plaza instead and bought this “universal notebook adapter” for only Rp 180,000.

Happy birthday to me *sigh.

Tahi Lalat

Thursday, April 10, 2008

Seorang rekan kerja saya berkata dia ingin melihat foto Bat. Saya pun membuka profil diri di Facebook supaya bisa memenuhi permintaan dia itu. Klik-klik-klik. Foto Bat pun muncul.

“Nih,” kata saya. Rekan kerja saya lalu menatap layar komputer. Hanya sebentar, soalnya sedetik setelah itu, dia menggosok-gosokkan jari telunjuknya ke layar. Persis di lokasi pipi Bat sebelah kanan.

. . . . . .

“Itu tahi lalat,” kata saya.

“Oh sori, gua pikir tadi layarnya kotor.”

Lima Tahun Sudah

Saturday, March 22, 2008

Rasanya setengah senang setengah sedih deh, membaca kronologi lima tahun penyerangan terhadap Irak di harian The New York Times edisi 18 Maret.

Senang karena ada kronologi yang disajikan begitu jelas dan menarik serta dengan foto yang hidup. Tapi juga sedih, karena atas nama keamanan dan demokrasi, sebuah negeri harus hancur berantakan. Kena cap sebagai bagian dari “Poros Setan”. Kena ancaman. Pemimpin ditangkap dan mati di tiang gantungan—tepat di hari raya keagamaan.

Hingga akhirnya ratusan ribu nyawa melayang. Itukah keamanan? Itukah demokrasi?

Betapa menyedihkan. Saya memang bukan warga Amerika Serikat dan tak ada urusan dengan siapa presiden mereka mendatang. Tapi jika demi mengeluarkan pasukan AS dari Irak seorang Barack Obama harus menang, maka saya berharap banyak orang itu menang dan benar-benar jadi presiden. Dan benar-benar menyuruh pasukannya angkat kaki dari Irak. Oh, semoga dia menang.

Lima tahun sudah, ya ampun. Masih belum aman? Masih belum demokratis? Mau sampai kapan?

tentang saya

tulisan sebelumnya

arsip

ikramputra©2008 | thanks for stopping by