The time you enjoy wasting is not wasted time.—Bertrand Russell

Every vote does count, but not that much

Thursday, July 09, 2009

Just when we were about to leave our house for polling station yesterday, my father suddenly dropped his plan. He said he wanted to just stay at home.

To which I replied, "So Mom and I will be the only members of this family voting for JK today?"

To which she replied, "Hey I'm voting for SBY!"

What??

I think I'm so lucky nobody around me gets hurt for freely exercising his/her political right. Yes, every vote does count. But not that much. Chill out.
Suami Aniaya Isteri Karena Pilih SBY
Rabu, 8 Juli 2009 | 20:44 WITA

...... MZ Muttaqien menjelaskan, penganiayaan itu berawal ketika Yusriani menolak permintaan Abubakar untuk memilih pasangan Jusuf Kalla-Wiranto pada saat pemungutan suara. Namun, sang isteri menolak permintaan suaminya karena mengaku ingin memilih untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

"Kemudian suaminya tiba-tiba naik pitam dengan menganiaya isterinya sendiri dengan cara mencekik, mencakar lehet dan membakar formulir C4 milik istrinya," ujar Muttaqien.

Hampir ditipu

Saturday, June 27, 2009

Makin hari hidup makin susah, makin banyak orang mau dapat duit dengan cara gampang.

Beberapa hari ini saya mendapat dua pesan singkat dari dua nomor Indosat M3 yang berbeda, yang mengatakan saya mendapat “pesan suara” dan kemudian memberikan instruksi untuk mendengarkan pesan suara tersebut.
Anda mempunyai PESAN SUARA 1 dr +6285656682313 untuk m'dengrkn ketik: TP (spasi) +6285656682313 (spasi) 12345 kirim ke: 151 (GRATIS.)
Padahal, “TP” di situ jelas-jelas berarti “Transfer Pulsa”. Orang ini hendak menipu saya untuk mengirim pulsa sebesar Rp 12.345 kepada dia — dengan dalih ada pesan suara.

Sementara, seseorang dengan nomor +62856566876752 mencoba merampok Rp 11.123.

Kejadian ini sudah saya laporkan ke Indosat melalui website mereka. Tapi tak kunjung ada balasan.

Saya pun memutuskan membalas dua pesan singkat itu:
Mau nipu lu njing?
Tapi hasilnya sama saja, tak ada balasan :P

Jangan menikah di Mekkah!

Thursday, June 18, 2009

Begitulah yang dikatakan artikel TempoInteraktif hari ini — yang membuat daftar kasus kegagalan pernikahan yang menimpa pasangan selebritas yang menikah di Mekkah, atau Jeddah, atau apapun yang penting Arab.

Artikel yang aya-aya wae (kalau ono-ono wae itu kampanye SBYBoediono).

Logika macam apa sih yang mencoba mempertautkan antara lokasi dan kesuksesan/kegagalan sebuah pernikahan?
Artis Menikah di Tanah Suci Banyak Bermasalah?

Rabu, 17 Juni 2009 | 16:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Cici Paramida, yang berseteru dengan suaminya, mengingatkan bahwa sejumlah pasangan artis yang menikah di Makkah malah berakhir dengan perceraian.

Cici Paramida, pada Minggu (14/6), ditabrak oleh suami sendiri, Ahmad Suhaeby. Suaheby menabrak karena Cici menangkap basah suaminya sedang bersama perempuan lain.

Pernikahan Cici yang berantakan, meski baru sekitar dua bulan itu berlangsung, mengingatkan kepada kita sejumlah selebritis yang nasibnya hampir serupa. Mereka menikah di Tanah Suci tapi pernikahannya berantakan.

Artis itu diantaranya:

Tamara Bleszynski dan Teuku Rafly Pasya
Tamara dan Rafly menikah di Jeddah pada tahun 1997. Keharmonisan mereka sempat dianggap sebagai lambang dari "kerukunan keluarga". Tapi keduanya bercerai pada 3 Januari 2007.

Paramitha Rusady dan Gunawan
Paramita dan Gunawan menikah di Jeddah pada 9 Juni 2000 tapi hanya bertahan dua tahun. Mereka bercerai 2002.

Tya Subiakto dan Rudy Hamid
Tya Subiakto dan Rudy Hamid menikah di Jeddah pada 14 Januari 2001. Pada 21 Maret 2002 terjadi konflik antar keduanya dan bahkan Tya sendiri sempat menuntut cerai suaminya, namun perseteruan itu akhirnya berakhir dengan rujuk.

DANANG PRIAMBODO

Jari manis itu yang mana?

Sunday, June 14, 2009

Artikel bilang jari manis. Tapi foto menunjukkan jari tengah. Memang tidak ada aroma takhyul sama sekali sih. Cuma kurang teliti saja. Jadi jari tengah atau manis nih yang benar?
Tifatul dan Cincin Kesayangan Blue Dark Safir
Indra Subagja - detikPemilu

Jakarta - Cincin perak berhiaskan batu safir selalu menghiasi jari manis Presiden PKS Tifatul Sembiring. Bukan karena ada aroma takhyul atau berkhasiat tertentu, tapi dia mengenakannya karena warisan.


#Foto milik Detik.com

tentang saya

tulisan sebelumnya

arsip

ikramputra©2009 | thanks for stopping by