Commitment is about doing whatever it takes.—Anonymous

Komentar Reza soal "Indon(esia!)"

Wednesday, October 08, 2008

Seorang pembaca blog ini, Reza, belum lama ini meninggalkan komentar di tulisan "Indon(esia!)". Dia bilang, tulisan itu "harus direvisi" dengan beberapa alasan.

Saya jadi tertarik untuk menanggapinya -- meski sedikit heran topik ini masih saja menarik bagi beberapa orang. It's so last year, no?

Berikut ini komentar Reza beserta tanggapan saya.

------
REZA: sori telat bgt saya komen akan tulisan ini. Buat saya tulisan ini harus direvisi. this is my 50cents:

IKRAM: Sama sekali tidak masalah Mas. Justru saya yang berterimakasih nih, jadi ada bahan menulis blog lagi hehehe.

------
REZA: Kenapa Kita nolak Dibilang Indon: dengan cara yang aneh, ini ngebuktiin bahwa media Malaysia terutama Editor2nya emang dibawah Indonesia, lihat aja koran Indonesia pernah gak nyebut singkatan, ya seorang pemain asal aussie atau amrik? seumur2 gw tinggal di jakarta belom ada tuh lo pernah? :D

IKRAM: Pada Desember 2005 harian Kompas menurunkan berita berjudul "Blenger Burger, Roti Amrik Buatan Lokal". Pada Agustus 2008, mereka juga menulis berita dengan judul "Tampil Rileks, Aussie Borong Emas". Anda seumur-umur sudah berapa lama tinggal di Jakarta? :D

------
REZA: mungkin pernah denger kan kata kedaulatan negara?penyebutan nama negara itu penting loh, apalagi dalam hal surat menyurat dengan antara negara. but hey, i dunt have told u that, u should know it by urself since ur the "reporter". Biasakanlah selalu memakai kata/kalimat yang benar dalam menyebut sesuatu.

IKRAM: Anda benar sekali ... Penyebutan nama negara itu sesuatu yang penting dan media semestinya menulis dengan benar. Tapi sayangnya, media punya aturan yang berbeda, yang lebih longgar -- makanya harus sering diingatkan. Media Malaysia menganggap Indonesia terlalu panjang untuk ditulis penuh, padahal Malaysia-Indonesia hanya beda satu huruf. Dasar malas ya mereka? Hahah.

Oh ngomong-ngomong kayaknya anda salah tulis tuh. "I dunt have told u that," semestinya "I didn't have to tell you that" kan? Biasakanlah selalu memakai kata/kalimat yang benar dalam menyebut sesuatu.

------
REZA: Pertama, kata “Indon” tidak berarti apa-apa. Sepanjang kata itu tidak ring a bell di kepala saya, saya sih santai saja. Ini sama seperti kita dipanggil “xeslgh@%#sd;ai”. Tak ada arti, mana bisa ada konotasi-------> padahal dalam tulisan sendiri udah dibahas mengenai asal-usul kata indon, tapi kok masih gak ngerti yah dan just a simple question buat anda, anda sudah/pernah/sedang tinggal di Malaysia?daerah mana?sabah & serawak?atau klang valley? believe me, klo lo tinggal diMalaysia, lo bakalan ngerasain arti kata indon itu sebenarnya.

IKRAM: Maksudnya begini ... Ketika pertama kali mendengar "Indon", kata itu sama sekali nggak bunyi di kepala saya. Makanya saya santai. Tak ada arti, tak ada konotasi. Setelah tahu asal-usulnya pun (pemenggalan dari "Indonesia") saya tetap santai.

Adalah wajar jika seorang kakek jadi marah karena dipanggil sialan -- usia lanjut. Sebab "sialan" itu buat mengumpat. Adalah wajar pula jika seorang perempuan jadi marah dipanggil kutilang darat, soalnya kutilang artinya kurus tinggi langsing dada rata. Tapi "Indon" artinya ya "Indonesia". Anda bisa jelaskan mengapa saya harus marah dipanggil Indonesia?

------
REZA: Pihak KBRI di Malaysia, lagi berusaha untuk merubah stigma pemakaian kalimat itu yang merendahkan harkat dan martabat warga negara Indonesia di Malaysia yang ujung2nya kalo anda pergi maen ke malaysia juga pasti ngerasain dan anda gak bisa nahan tersenyum? orang negro di amerika lo sapa niger pasti dia diem liatin lo dari ujung kaki ampe ujung kepala. Mereka gak mau dibilang niger karena itu berkonotasi jelek, tapi kalo antar sesama orang negro, kalimat itu yah buat becandaan doank. sama halnya dengan penggunaan kata "indon", sesama orang indonesia maklum aja deh, tapi klo orang lain yang manggil kita hei orang indon, dan anda say hei balik, mana harga diri anda sebagai warga negara indonesia?

IKRAM: Jadi ini soal siapa yang mengucapkan, bukan ucapannya itu sendiri? Kalau begitu anda salah mengerti tulisan saya -- yang intinya cuma mau mengatakan, tidak ada yang salah dengan "Indon" sebab artinya ya Indonesia. Mengapa orang Indonesia harus merasa harga dirinya terusik ketika dipanggil Indonesia?

Kalau memang tujuannya perendahan harkat dan martabat, saya kira orang Malaysia mampu mencari kata-kata lain yang lebih "menendang" ketimbang sekedar "Indon".

Dan kalau memang orang Indonesia kebetulan dari jenis yang gampang terhina, saya kira apapun kata yang diucapkan orang Malaysia akan selalu bermakna melecehkan jadinya.

Ah, jadi teringat ucapan teman saya Yasmin: "Tidak ada orang yang direndahkan kecuali atas ijin orang itu sendiri".

------
REZA: if u need more help to understand this post feel free to email me

IKRAM: You didn't give me your email address and yet your profile is unavailable. Thanks a lot for stopping by, though :)

87 Komentar:

Blogger iyra »
09 October, 2008 00:49  

hihi..senang rasanya membaca perdebatan yang cerdas, btw link reza kog tak ada...

Blogger batari saraswati »
09 October, 2008 11:12  

sama kayak ira, gue juga seneng baca post ini.
anw, hajar kraaam. haha.

Blogger Benx »
09 October, 2008 12:49  

ga menarik ah, ga sama sama cerdas.

Blogger Benx »
09 October, 2008 12:50  

for batari : iyra, bukan ira. kok terpengaruh tulisan si ikram sih?
hehehe

Anonymous Daus »
09 October, 2008 15:44  

Soal kata-kata konotatif itu satu hal, soal apakah kata itu membuat marah ya lain hal lagi aku kira.

Mendengar "memek", respons orang pasti berbeda. Tapi kata ini bersifat konotatif, padahal artinya cuma "mewek, merengek, merepek".

Mengapa suatu kata bersifat konotatif, pasti banyak sebabnya. Konstruksi budaya juga bisa menyebabkan itu.

Saya pribadi menilai kata "indon" memang memiliki makna konotatif (tersebab sejarah/latar belakang kemunculannya). Karena berdasar keterangan Ikram sendiri, bukan cuma karena terlalu panjang untuk menyebut Indonesia, melainkan karena kerap dipakai untuk berita-berita yang "miring", meski ada juga berita biasa yang menggunakan Indon.

Tapi apakah penyebutan "indon" itu membuat saya marah? Tentu tidak.

Anonymous edratna »
09 October, 2008 20:42  

Saya pernah ke Malaysia, juga masih berhubungan dengan beberapa diantara mereka, saya tahu mereka tak merendahkan saya....artinya hubungan saling menghormati....

Agar kita jadi bangsa terhormat, tak perlu memaksakan kehendak pada orang lain, tapi buatlah menjadi pribadi yang memang pantas dihormati.

Blogger Nadya Fadila »
10 October, 2008 06:54  

wuihiiii, kereeeeeeeeeeeeeen!!
huahauahuahuaha..
Ikram dilawan!

Blogger turabul-aqdam »
10 October, 2008 12:48  

aku juga suka pake kata indon, beda sepetak dari indopahit (sebutan indonesia di komunitas pantau).

udahlah, ikram ini postingannya tidak sesuai dengan spirit yang lagi mengembang:

minal aidin walfaizin... mohon maaf jika ada khilaf-khilaf yang bikin gak enak ati.. :)

Anonymous ririn »
10 October, 2008 13:28  

berasa nonton tanding tinju..
pukul.. pukul..
hm, cuma gara-gara indon.. rame banget,hehe

Blogger arifin »
10 October, 2008 15:05  

sepakat ama benx
gak sama cerdasnya, jadi gak rame debat kusirnya..tapi cukup menghibur.

Ayo, hajar terus!! punch!jab kiri, uppercut!!

"hati-hati..hati-hati provokasi!"
=P

Blogger Benx »
10 October, 2008 16:28  

/arifin : yah, kalo ga imbang jangan terus di sorakin lanjut dunk.
udah ah.

Blogger ikram »
10 October, 2008 20:38  

Iya ini bukan hajar-hajaran kok. Tapi sekedar menanggapi tanggapan. Kebetulan saya hanyut terbawa gaya tulisan Reza, hehehe.

Btw, kalau Reza memang nggak mengerti maksud tulisan "Indon(esia!)" berarti kesalahan terletak di si penulis.

Alias saya.

Duh mak.

Blogger azhar »
11 October, 2008 13:03  

"Indon", memang aneh mendengarnya karena pemenggalan yang tidak lazim, ah namanya juga bahasa, yang penting dimengerti.
Masalah konotasi baik atau jelek, saya tidak bisa berkomentar, belum pernah dipanggil "Indon".
Ada berita positif yang menggunakan kata "Indon", ga, Kram?

Blogger ikram »
11 October, 2008 20:10  

Dipakai baik untuk berita negatif maupun positif, Azhar.

Blogger Reza »
12 October, 2008 23:33  

huhuhu ini leave commentnya kecil bgt, gak enak buat mata g nih :p anyway this is my reply,

IKRAM: Pada Desember 2005 harian Kompas menurunkan berita berjudul "Blenger Burger, Roti Amrik Buatan Lokal". Pada Agustus 2008, mereka juga menulis berita dengan judul "Tampil Rileks, Aussie Borong Emas". Anda seumur-umur sudah berapa lama tinggal di Jakarta? :D

REZA: sorri g lupa mention kalo g udah cabut kelamaan dari Indonesia dan curently lagi kerja di Malaysia

IKRAM: Anda benar sekali ... Penyebutan nama negara itu sesuatu yang penting dan media semestinya menulis dengan benar. Tapi sayangnya, media punya aturan yang berbeda, yang lebih longgar -- makanya harus sering diingatkan. Media Malaysia menganggap Indonesia terlalu panjang untuk ditulis penuh, padahal Malaysia-Indonesia hanya beda satu huruf. Dasar malas ya mereka? Hahah.

REZA:hmm emang males kyknya

Oh ngomong-ngomong kayaknya anda salah tulis tuh. "I dunt have told u that," semestinya "I didn't have to tell you that" kan? Biasakanlah selalu memakai kata/kalimat yang benar dalam menyebut sesuatu.

REZA: Oups my bad :D

IKRAM: Maksudnya begini ... Ketika pertama kali mendengar "Indon", kata itu sama sekali nggak bunyi di kepala saya. Makanya saya santai. Tak ada arti, tak ada konotasi. Setelah tahu asal-usulnya pun (pemenggalan dari "Indonesia") saya tetap santai.

Adalah wajar jika seorang kakek jadi marah karena dipanggil sialan -- usia lanjut. Sebab "sialan" itu buat mengumpat. Adalah wajar pula jika seorang perempuan jadi marah dipanggil kutilang darat, soalnya kutilang artinya kurus tinggi langsing dada rata. Tapi "Indon" artinya ya "Indonesia". Anda bisa jelaskan mengapa saya harus marah dipanggil Indonesia?

REZA: Makanya g tanya apakah anda sudah pernah tinggal di Malaysia? Karena menurut gw, klo lo udah pernah tinggal di Malaysia, lo gak bkln anggap enteng dan gak ada artinya kata Indon tersebut. Di postingan lo sebelumnya kan udah dibahas apa arti kata2 indon tersebut, Dan inilah yang terjadi pada “Indon”. Konotasinya konon buruk." jadi g pikir lo udah ngerti. Walau mustinya lo hilangkan kata konon tersebut, karena kata tersebut emang berkonotasi jelek. g gak perlu bilang bukan bahwa di beberapa bagian malaysia kata indon diindentikan dengan pemanggilan"bangsat", "anjing dan kawan2" :D Kalo memang penulis blom ngerti, yok maen kemari, g bayarin akomodasi selama disini tapi tiket bayar sendiri. :D :D

IKRAM: Jadi ini soal siapa yang mengucapkan, bukan ucapannya itu sendiri? Kalau begitu anda salah mengerti tulisan saya -- yang intinya cuma mau mengatakan, tidak ada yang salah dengan "Indon" sebab artinya ya Indonesia. Mengapa orang Indonesia harus merasa harga dirinya terusik ketika dipanggil Indonesia?

Kalau memang tujuannya perendahan harkat dan martabat, saya kira orang Malaysia mampu mencari kata-kata lain yang lebih "menendang" ketimbang sekedar "Indon".

Dan kalau memang orang Indonesia kebetulan dari jenis yang gampang terhina, saya kira apapun kata yang diucapkan orang Malaysia akan selalu bermakna melecehkan jadinya.

REZA: Bukan masalah siapa yang mengucapkan tapi arti dari ucapan itu sendiri. Pengucapan kata "Indon" di Malaysia adalah sesuatu yang berkonotasi buruk. Sangat berlainan hal dengan penggunaan kata "minal" dan "pangan" seberti yang dicontohkon oleh penulis dalam tulisan awalnya. Hal ini dikarenakan penggunaan kata tersebut berkonotasi negatif, sementara kata minal dan pangan tidak memiliki konotasi negatif (atau ada konotasinya??aduh udah kelamaan dak di indo jadi udah gak tahu lagi). Dan dalam hal penghinaan orang malaysia kepada orang indonesia coba penulis search dalam google tentang kata indon ini,kata ini sudah merupakan kata ganti cacian orang malaysia terhadap bangsa indonesia. Lagi pula g pikir selama ini Indonesia disingkat dengan indo, bukan indon. Jadi jelas kalo g beserta seluruh warga indonesia di malaysia ini menolak untuk dibilang budak indon. Buat orang yg gak pernah tinggal disini, mungkin kata itu gak berarti apa2, tapi coba tanya deh sama temen2 kita yg bekerja di east malaysia apa artinya kata itu.

IKRAM: You didn't give me your email address and yet your profile is unavailable. Thanks a lot for stopping by, though :)

REZA: oh sori, karena g pake account gmail g, g pikir lo bisa langsung otomatis email ke g tanggapan lo. Dan g emang gak ada profile di blogger karena ini first time g post di blog orang cuma karena ada postingan soal Indonesia.

Blogger Pahlawan Devisa (TKI) »
13 October, 2008 10:10  

Ikram, anda orang terpelajar (bisa masuk ITB gitu loh)... tapi apakah anda sudah melihat fakta di Lapangan? terutama di malaysia? terhadap penggunaan kata INDON? kalau sekedar kata Panggilan akrab untuk orang INdonesia memang saya tidak ada masalah, tapi kalau konontasi dari panggilan INDON itu ada maksud merendahkan.. saya tidak terima, dan itu terjadi di Malaysia setiap hari. Seperti orang Kulit Hitam dipanggil Negro (bahasa spanyol untuk warna HItam) yang konontasi Budak, meskipun arti sebenarnya tidak.

Saya kawan Reza, kalau anda ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan mampir di Forum Regional Malaysia Kaskus.com http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=90

Untuk sekedar background, saya TKI yang kerja di Malaysia dari th 2002, dan perkataan INDON memang saya konfirmasikan sebagai panggilan yang merendahkan bagi orang Indonesia.

Anonymous cewektulen »
13 October, 2008 16:55  

lebaran kemarin saya ketemu mantan TKW di malaysia...ternyata dia sudah biasa menyebut dirinya sebagai orang indon...

Anonymous rockm4m4 »
14 October, 2008 11:08  

The thing in your so-last-year posting about Indon(esia) that I disagree, or to be exact, you don't know what really happen other than rely on whatever Eka A. Soeripto said..

You wrote: INDON means preman. A large group of people from Indonesia who commit offenses/crimes whereas it results a bad impression of Indonesians.

Wrong.

- INDON is addressed for Indonesians, who do the jobs that Msians refuse to do.
- INDON is addressed for Indonesians who clean your toilets from your shits, urine, that are stuck in your toilet bowl for ages till it becomes dry mud.
- INDON is addressed for monyet2 dari Indonesia, yg gak tau gimana pake rice cooker, washing machine.
- INDON is addressed for a nation from a 7th world country: INDONESIA that is. Indonesia has no technology, backward, remote, it is as poor as Somalia.
- INDON is addressed for a large group of foreign workers who dont wear shoes. They walk bare foot. That is why these INDONS walk so weirdly. Msians say.. "Orang INDON ni di negara dia INDON sana, tak pernah guna kasut! Dia orang miskin, makan pun susah macam mana nak beli kasut?! Itu sebab dia orang jalan macam itik..."

I heard it. I saw it. I experienced it.
Everyday.
Everywhere.

Met a British tourist a few months a go. Chit chat chit chat chit chat, asked me where I come from cos my english accent is different from the local. I said "Im from Indonesia."

And he said "Aaah.. Indon. Indon is more famous rather than Indonesia.” I asked him why, he said “Because Malaysians address you as Indon…. in their websites."

I feel the pinch.
You don't.
Cos you don’t work and live here.

One thing about Msians you might not know, there are no nations on the face of the earth that is greater than them. They even think their knowledge in Islam is better than the Arabs (I’m not lying). Only one nation greater than them: their master, British, cos they have to lick the Brits’s balls to survive once attacked by their bigger neighbor country. Knowing this very well, if they call Bangldeshi as Bangla, and Indonesians as Indon, it ‘s confirmed a degatory language.

Statement from Pak Eka A. Soeripto has a political agenda: to cool down the tense between the 2 countries. BUT IF YOU ask Pak Eka A. Soeripto (who of course live so lavishly here supported by the Deplu), ask one question and tell him to answer honestly "will you be offended if Msians call you Indon.. everyday.. everytime they meet you.. read in newspaper.. in a meeting.."

I bet you my last dollar, if he says "No" then he is lying.

Anonymous Anonymous »
14 October, 2008 11:39  

@ cewektulen : so how about you ? do you mind to be called as INDON ? if you don't mind then CASE CLOSED ! for some ppl who don't mind to called as INDON, It becoz all of you never stay here in malaysia or experience yourself to be called as INDON. or for those (work here) and don't even mind to be called INDON, *with no offense at all* most of them are uneducated and the fact (sad but true) they (indonesians) are more proud to talk in BAHASA (malaysian language) rather than our own Indonesian language.

lemme tell you, if you experienced it yourself then you'll be agree that being called as INDON means OFFENSIVE !

Blogger Reza »
14 October, 2008 12:14  

@cewektulen; kenapa TKW yg lo temuin itu bilang gak masalah dia dipanggil indon, karena dia sudah diindoktrinisasi sama majikan atau lingkungannya, bahwa indon adalah singktan dari Indonesia and it mean no harm (seperti asumsi penulis). Tapi true meaning dari Indon yah diantaranya adalah apa yang sudah disebutkan oleh rockm4m4 diatas.

Btw, buat yang komen diatas gw, jgn pake anonymous donk, pake nama asli lo ya laen kali bro :)

Anonymous rockm4m4 »
14 October, 2008 13:39  

CEWEKTULEN won't feel the pinch cos she never be treated disrespectfully by these bunch of snobbish bigheaded msians.

But again, I bet you my last dollar, wahai all my TKI fellows, IF she is caught by RELA, called "WEI INDON!! MASUK BLACK MARIA INDON KEPARAT!!!" then after that she is put in a lock up. Then another RELA guy tells the other guy "Ssst.. cepat bawa ni INDON masuk sana.. kasih ajar dia cukup-cukup!" then she is brought to a separate room by 1 RELA bastad, stripped naked and treated like a hooker, and you my TKI fellows know very well that she is lucky if this bastard only ask her to do BJ and not rape her, eventhough she has shown her legal passport.

Gue jamin dia benci banget dipanggil INDON.

But of course, you don't have to experience such a horrible scene to hate the word INDON. Enough by being here for 3 months..

Come come come come come... then you know why it is so disturbing to be called INDON. It's a mind set games of course. It shows how weak you are if you let your mind being drilled by such a trivial matter, but again, knowing that it comes from an Indonesian like Ikram, duh.. you fail us, the TKI fellows.

Even you're considered an expat working in a mutinational company, they see you low and gak pantes tinggal di condominium. Mau bukti? Click this: http://www.realestate.net.my/forum/archive/pelangi-damansara-2-apartment-780.htm

I live in an apartement. My neighbor asked me once, "Oh you cleaner ke? Hah? Ni rumah you?! Macam mana INDON boleh duduk kat condo??" Then somehow, a week after that, the condo community members see me one kind whenever I join the community meeting. Iya laaaaaaaah... Orang INDON cuman pantes tinggal di barak pekerja kuli ato bedeng bangunan under construction kan?????

Feel it.
Hear it.
Experience it.
If you have no problem in being treated soooo lowly like that, then only you can write the particular post or comment.

Like Reza, I challenge you to work and live here.

Blogger turabul-aqdam »
14 October, 2008 15:18  

hehehe.. siapapun kalo dimaki pake embel-embel keparat, pasti marah.. tapi kalo saya dipanggil 'INDON' aja (tanpa embel-embel apapun), saya santai ajalah..

jika anda marah dipanggil 'indon', balas aja mereka dengan panggil 'Malay!!!' fair kan??

saya tetap gak melhat alasan untuk malu disebut indon, karena secara fonemis kata itu memang menjadi bagian dari identitas kita; INDON-esia.

I'm Indon, and this indon welcome all indon people in Malaysia who'd like to sponsor me to go to Jiran, to feel the consequences of being called as indon! :D

Blogger buNgaiLaLan9 »
14 October, 2008 15:27  

rameeeeee...lagiii duoonk *ambil popcorn dan cola buat nonton*
hahah..gwe setuju ma turabul klo org malaysia panggil indon panggil balik aja malay..malay banget kan wkwkwk
baH!! apa pula aq ini yg lain serius diriku malah bcnda..^_^V

Anonymous rockm4m4 »
14 October, 2008 15:44  

@turabul. call them back as Malay? As for what? To insult them? Of course they won't be insulted because the word means as 1 of the 3 major races in Malaysia. You cant simply call a chinese or an indian "Malay!" just like you can't call orang Batak "Heh Jawa!" cos they'd think you are just another dumbass Indon who is stupid like all Indons in Malaysia or Indonesia. Begitu stupidnya sampek manggil an Indian "Hey, Malay!" Er, should I tell you the differences between Malay, Chinese and Indian? Photo2 orangnya sekalian gitu jadi tau bedanya?

Again, you won't understand the reason why the word aggravates us unless you experience it. I can blatanly say "Orang2 Indonesia childish banget segala lagu Rasa Sayange aja diributin sampai kek gitu.." oh yes I can! Because I do know the thing I say. Just like I do know why I am writing these comments..

Kalo gue sih.. gak snort out something kalo belum ngalamin sendiri. kek keledai bawa buku jadinya.. bawa2 buku tapi gak ngerti..

Di bata merah gak gue neh???

Anonymous Anonymous »
14 October, 2008 15:50  

TURABUL-AQDAM : tapi kalo saya dipanggil 'INDON' aja (tanpa embel-embel apapun), saya santai ajalah..

------------
you don't mind ??? are you sure ?? even tho INDON actually means for:

- INDON is addressed for Indonesians, who do the jobs that Msians refuse to do.
- INDON is addressed for Indonesians who clean your toilets from your shits, urine, that are stuck in your toilet bowl for ages till it becomes dry mud.
- INDON is addressed for monyet2 dari Indonesia, yg gak tau gimana pake rice cooker, washing machine.
- INDON is addressed for a nation from a 7th world country: INDONESIA that is. Indonesia has no technology, backward, remote, it is as poor as Somalia.


if INDON like you still don't mind, CASE CLOSED ! :D :D

Blogger Pahlawan Devisa (TKI) »
14 October, 2008 18:33  

Gak papa lah, ini menurut temen2 kita di INdonesia adalah Debat Kusir, ya sudah silahkan.

Gak usah di tanggepin lah rekan2 Orang INDON di Malaysia, mereka cuman mengungkapkan unek2 nya.

Anonymous ichal »
14 October, 2008 18:43  

Saya sangat tertarik dengan artikel ini, kenapa?

Baru beberapa hari yang lalu saya melihat keributan antar TKI dengan salah satu orang warga negara Malaysia, tepatnya hari Kamis jam 9 Oktober jam 2 siang di Kantor Immigration Shah Alam, Malaysia.

Keributan dimulai tatkala salah seorang warga Malaysia melontarkan perkataan kurang lebih seperti ini:

Ramai giler Indon kat Immigration hari ni yer, (ramai banget orang Indonesia di Immigrasi hari ini).

Salah seorang TKI yg mendengar perkataan Indon itu secara spontan mencoba untuk mengkoreksi Bapak2 tersebut. kata2nya:
Cik, mana ader orang Indon, yg betul orang Indonesia lah.

Merasa ada yg menanggapi, Bapak2 tersebut pun membalas, eh korang Indon tau aper? Indon tu dah ada sejak biler2, Perkataan Indonesia tu baru ader lepas Indonesia merdeka, korang jangan belagak pandai, cuba korang baca buku dulu, belajar banyak2 baru boleh cakap betoi!! (dengan nada sedikit marah)

Spontan Abang2 TKI tu marah, dia pun cakap.. Cik, saya pun sekolah juga, Cik jgn nak rendahkan orang Indonesia, Cik tau apa soal sejarah Indonesia?

suasana menjadi tegang, melihat keadaan itu saya cuba menenangkan Abang TKI, saya bilang sm dia.. Abang tak yah nak layan dia, dia Orang Tua.. baik abang mengalah, Kemudian Abang itu diam sambil menggendong anaknyah, kemudian saya pun bilang sama bapak2 itu: Pak Cik, dah la, tak yah bising2, kalau orang tak nak dipanggil Indon, kenapa pula nak paksa, sampai biler2 tak kan selesai masalahnya.

Bapak2 itu pun diam, jalan pergi keluar sambil ngomel2, Indon ni belagak lebih.. itu perkataan terakhir dia yg sempat saya dengar

Silahkan buat kesimpulan dr cerita saya diatas, anyway' saya termasuk yg tidak ada masalah dipanggil dengan sebutan Indon, tetapi saya lihat dulu momentnya.. kalau moment perkataan tersebut keluar dari mulut orang Malaysia yg mungkin tidak mengerti dan tidak berniat merendahkan' mungkin saya fine2 ajah, gak perlu tersinggung. Tapi adakalanya saya coba jelaskan dengan baik2, bahwa sebaiknya gunakan perkataan yg lengkap, yaitu Indonesia.

Seperti yang saya bilang, sampai kapanpun perdebatan "Indon" ini tidak akan selesai, sampai salah satu pihak mau mengalah dan mencoba untuk tidak membuat masalah dengan perkataan tersebut.

Logikanya, kalau orang tidak suka, kenapa seh harus memaksa? simple aja kan? kalau masih memaksa juga berarti tidak ada itikad yg baik? misal nama saya Faizal, anda mau panggil saya izal, sebenarnya sah2 saja.. tapi kalau saya gak suka dengan panggilan itu, apakah anda ingin memaksakan kehendak anda?

Saya Rasa Pemerintah Malaysia pun sudah mulai merespon hal ini, pada suatu ketika saya pernah melihat, Menteri Penerangan Malaysia pada suatu Press Conference memberikan himbauan pada media Malaysia untuk tidak menggunakan perkataan "Indon", dan saya rasa itu sudah merupakan itikad baik dari Pemerintah Malaysia. Tinggal bagaimana pelaksanaan di lapangan nya saja.

Opini saya: Sah2 saja kalau ada WNI yg tersinggung dipanggil "Indon" ini adalah hak individu sesorang, kita gak bisa paksa orang untuk bilang, gak usah tersinggung dong! dan saya rasa tidak ada pembenarannya bagi siapapun yg memaksakan sesuatu yg tidak disukai oleh suatu individu.

Mohon maaf, kalau pendapat saya salah.

SALAM

Faizal

Blogger Pahlawan Devisa (TKI) »
14 October, 2008 18:55  

additional info.

Yet I've worked here for the past 7 years

Yet my Lovely wife is a Malaysian.

Yet even the greater in Law Family all are Malaysians.

Yet this is my stage in my career : http://www.linkedin.com/in/jsosiawan

Yet I still being treated as INDON

Yet INDON are (for Malaysians) :

- INDON is addressed for Indonesians, who do the jobs that Msians refuse to do.
- INDON is addressed for Indonesians who clean your toilets from your shits, urine, that are stuck in your toilet bowl for ages till it becomes dry mud.
- INDON is addressed for monyet2 dari Indonesia, yg gak tau gimana pake rice cooker, washing machine.
- INDON is addressed for a nation from a 7th world country: INDONESIA that is. Indonesia has no technology, backward, remote, it is as poor as Somalia.
- INDON as RAPIST and all bad things that be fallen upon Mandkind sure they are INDON, BANGLA, VIET, Myanmar, Pinoy etc, etc. No MALAYSIANs

Buat yang punya blog, boleh kita berdikusi, jatidiri saya jelas, dan dimana bisa di hubungi.

Blogger ikram »
14 October, 2008 20:30  

Yang mana dulu yang ditanggapi ya? Jadi bingung hehehe.

Blogger Reza »
15 October, 2008 01:03  

tolong ditangapi aja dulu deh, gak usah cuman buat komen "yang mana dulu yang ditangapi ya?jadi bingung" kalo anda punya waktu buat buka blog dan tulis komen anda diatas, berarti anda juga punya waktu kan buat mengomentari apa yang sudah ditulis oleh kawan2 disini. Kalau memang tidak bisa/tidak mau dijawab ya sudah, tinggal bilang aja kok, habis perkara, begitu aja kok repot.

Blogger azhar »
15 October, 2008 05:47  

Berat, berat....
Ikram bakalan diblack list sama asosiasi TKI di Malaysia nih.

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 08:32  

@ikram : pertanggungjawabin tulisan anda donk, harusnya anda punya alasan2 lebih kuat lagi untuk tulisan2 anda sebelumnya. bukan cuma komentar "yang mana dulu yang ditangapi ya?jadi bingung "

semua orang punya dan berhak untuk mengungkapkan alasan/pendapat sendiri...dalam 1 hal semuanya mempunyai 2 sisi (pandangan).

jangan2 anda cuma tipe YES MAN doank. cuma iya iya doank ama artikel yg anda baca dari koran atau media laennya lalu ditulis di blog.

Anonymous rockm4m4 »
15 October, 2008 08:45  

quote dari postingan lo: Ah, jadi teringat ucapan teman saya Yasmin: "Tidak ada orang yang direndahkan kecuali atas ijin orang itu sendiri".

halah ya becos of that lah kenapa kita gak suka dipanggil INDON.
Karena itu lah kita gak ijinin mereka merendahkan diri kita!
Karena itu lah kita protes. Karena itu lah kita betulkan orang2 yg manggil kita INDON.
DAN KARENA ITU LAH KITA KASIH COMMENT2 KEK GINI DI BLOG KAMU becos we DO NOT allow them to belittle us while YOU DO.

kok bisa ya kamu ended your posting by writing something against what you previously wrote.

hello, an advice from an ol' haggard m4m4: son, next time don't simply snort out things you don't know what you're talking about, for the sake of showing your blog friends HOW OPEN MINDED you are, HOW GOOD you are in writing blog cos you just make a mockery of yourself.

gaya banget gue ngomong pake bahasa londo.. makan masih ma pete aja!! Orang Msia blg: hah?? Indon boleh cakap orang putih ke?? Tak mungkin ler! mana ada Indon boleh cakap orang putih?! you ni Filipino kan ?! " <---- hear this always whenever I speak English with Msians.

Blogger Reza »
15 October, 2008 08:48  

@azhar: tenang aja cuy, kita sih gak maen black list2an, kita semua well educated enuff kok :D, kalo ikram mo jadi TKI di Malaysia, pasti kita sambut dengan baik, toh biar dia bisa merasakan pengalaman di negeri orang dan merasakan sedikit jiwa nasionalisme dan patriotisme :D Kita sih cuman minta ikram pertanggungjawabin tulisan yang sudah dia buat dan dipublikasikan di blog.

Blogger turabul-aqdam »
15 October, 2008 12:46  

TO: all. Mari renungkan, kenapa panggilan ‘indon’ (yang dikonotasikan negatif) bisa muncul, dan sebutan ‘malay’ tidak muncul dengan konotasi negatif serupa di indonesia?

TO: anonymous, rockm4m & para indon lain yang bicara tanpa berani tunjukkan identitas dan link jelas (kok kaya provokator, yak?)

BENAR.. sungguh benar.. saya tak marah dipanggil indon. Karenanya, saya menantang siapapun untuk mengundang saya ke malaysie, membuktikan apakah saya akan marah ketika dipanggil dengan sebutan ‘indon’, ass-ian, atau apapun.

Tantangan ini berlaku TANPA BATAS WAKTU.

Sekedar renungan saja bagi para indon, di mana saja: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Hurairah ra berkata, “Seseorang telah mencela Abu Bakar ra, Abu Bakar pun diam, sedangkan Nabi ketika itu bersama mereka. Nabi kagum, lalu tersenyum. Ketika orang itu memperbanyak cercaannya maka Abu Bakar menimpali sebagian yang diucapkannya. Nabi pun marah dan beranjak pergi. Abu Bakar kemudian menyusul beliau dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, orang itu telah mencerca diriku dan engkau tetap duduk. Namun di saat aku menimpali sebagian yang diucapkannya, mengapa engkau marah dan berdiri?’ Rasulullah pun menjawab, ‘Bersamamu tadi ada malaikat yang menimpali orang itu sementara engkau diam. Akan tetapi ketika engkau menimpali sebagian yang diucapkannya, setan pun datang, dan aku pun tidak mau duduk bersama setan.’

Hadist itu sejalan dengan ayat quran ini: “Tetapi orang-orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Q.S Asyyuara 43)

Ketika dihina dengan sebutan ‘abu qosim’ di Mekkah, muhammad sang nabi hanya tersenyum dan tetap berdakwah, mengajak kaum pagan berdialog.

Itulah sikap pemenang sejati. Salam hormat saya pada bung ichal, kebencian memang tak akan menjadi solusi.

Yes, I'm indon, and I choose to talk and show them that I'm not THAT malaysian's INDON. :p

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 13:46  

@TURABUL-AQDAM : TO: all. Mari renungkan, kenapa panggilan ‘indon’ (yang dikonotasikan negatif) bisa muncul, dan sebutan ‘malay’ tidak muncul dengan konotasi negatif serupa di indonesia?


==================================
MAKANYA !!!!! jangan banyak bacot deh kalo lo-nya sendiri sampai sekarang masih di Indo, sementara kita2 disini (malaysia)udah been thru dan experienced it gimana rasanya dipanggil INDON ???? gw dulu sblm ke malaysia juga masa bodo lahhh orang2 Indo dipanggil INDON, karena gw blom pernah ngerasain. gw juga anggap itu cuma sebuah PANGGILAN yang tidak berkonotasi negatif.

lo kesini deh...ga usah lama2 cukup 1 bulan, dan jangan lupa yeee lo ngajak orang lokal ngomong pake bahasa indonesia. biar lo rasain sendiri gimana rasanya !

and one more thing...sorry dorry ya, gw sih ga sudi ngundang lo ke malaysia. emangnya elo sapee ?? LOL kalo mau buktiin perkataan gw bener apa kagak, ya datang sendiri aja. kagak percaya omongan gw ? YA URUSAN ELO LAH!

NB : kalo mau ceramah agama cocoknya buat blog baru aja. ga ada hubungannya panggilan INDON dengan urusan agama *peace & respecy*

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 13:57  

mau tau identitas kami semua ? silahkan buat account dan klik link berikut ini (ini bukan promosi) :

http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=90

cari thread yang judulnya BAGI YANG SUDAH BEKERJA (PAHLAWAN DEVISA NEGARA PART II) kita2 ga bakalan kabur kok kalo lo mau ajak debat soal INDON. kenapa gw stay anonymous ? karena gw gak punya account blogger, jadi gw gak ngerasa perlu reveal my name here. silahkan ke link yg gw kasih tadi...you are very welcome to join us ;)

udah dari kemarin2 kita nunggu bung Ikram dan para suporternya untuk bergabung dengan kami2 disana untuk debat kusir(ini sih menurut anda2 semua ya :P)

Tantangan ini juga berlaku TANPA BATAS WAKTU ;)

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 13:58  

@turabul
G maklum deh kalo lo ga keberatan dipanggil Indon ma org Malaysia karena lo blum pernah ngalamin apa yg rekan2 TKI ngalamin selama mereka di negara jiran.
Tapi g ga abis ngerti napa lo bs2nya manggil diri lo sendiri Indon!!
Apakah perkatan Indonesia terlalu berat dan panjang untuk loe ucapkan..?
Or r u not proud to be Indonesian?

Blogger Reza »
15 October, 2008 14:28  

This comment has been removed by the author.

Blogger turabul-aqdam »
15 October, 2008 14:33  

indon anonim yang koar-koar (dan NUMPANG HIDUP di negeri orang) itu ternyata menilai 'kemarahan mereka' ga ada hubungannya dengan 'kualitas dan kedewasaan spiritual'

ya pantes aja nek, dipanggil INDON aja mere-mere.. sekarang saya tahu kadar spiritualitas mereka; ceper.

yang lucu lagi, dia mencurigai saya indon (yang hidup & mengabdi di negeri sendiri ini) tidak se-nasionalis dirinya.

MBOK DIPIKIR!!! di mana dia ketika kita-kita susah payah memerangi korupsi, membangun ekonomi di negeri indopahit, menanggung beban kenaikan BBM?

ohh,.. dia ngumpet di ketiak negeri jiran, numpang hidup! nasionalis abis ya? ;p

apa dengan marah-marah ketika dipanggil indon, maka otomatis dia jadi lebih NASIONALIS ketimbang kita-kita yang stay cool & calm?

jika demikian batasan NASIONALISME dia, saya bersyukur ga menjadi bagian dari INDON seperti ini (yang mengidap inferioritas kompleks di negeri orang)

salam buat indon teman-teman anda di ka(s)kus. semoga mereka JAYA di Malaysia sana (entah dalam pengertian apa.. hihihi..)

saya mengundang anda kembali ke Tanah Air dan membangun negeri ini, ketimbang marah-marah di negeri orang, namun pada saat yang sama mengais rejeki di negeri orang tersebut.

contradictio in terminis.

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 14:38  

iya lebih nasionalis elo yang bangga dipanggil INDON sementara artinya itu MERENDAHKAN NEGARA INDONESIA TERCINTA.

biarin kita2 ngumpet ketiak negeri jiran, tapi tetep mendatangkan devisa bagi negara. biar kerja di LN, tapi kita tetep taat pajak loh ;) tetep bayar pajakkk bokkk biar kata udah di ngumpet di ketiak negeri jiran. elo bayar pajak ga ? atau justru elo jadi pecundang negara yang ngumpet dibayar kolong meja biar ga dikejar2 buat lunasin pajak :D

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 14:40  

correction :D

atau justru elo jadi pecundang negara yang ngumpet DI BAWAH kolong meja biar ga dikejar2 buat lunasin pajak :D

Blogger Reza »
15 October, 2008 14:44  

gini aja lo mau tahu identitas kami semua? http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=90

lo masuk, cari thread judulnya [REBORN]Khusus untuk mengisi Biodata Kaskuser Malaysia

liat nama m4m4, gw (garfieldx), pembela tki dan anonymous. Disana lengkap, siapa nama kami, friendster kami, sampai tempat tinggal dan kerja kami. We are not hiding dude, dan kita gak bakalan bersembunyi, sapa aja yg mo diskusi tentang ini silahkan masuk ke thread Pahlawan Devisa part II.

Gw setuju apa kata anonymous, lo pikir lo siapa ya @turabul, minta dibayarin buat datang kemari. Get real dude, lo punya skill, lo lamar pekerjaan disini, kalo keterima welcome to Malaysia. kalo enggak, ya adios, selamat memperbanyak skill anda. Gw diatas udah bilang sama penulis blog ini, lo mo dateng silahkan, lo bayar tiket lo sendiri, lo mau stay di condo gw, m4m4 atau anonymous silahkan aja.

Gw juga bertanya2 lo seneng banget yah dipanggil indon, have u got no shame at all? ckckck please deh lo gak usah ceramah disini, gimana kalo lo bantuin ikram aja, give ur facts and opinion. Kita disini pada kasih lo fakta dan saksi sementara kok gak ada tanggapan yah dari si penulis ini. tanya kenapa? :p

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 14:51  

IMO, nasionalis itu ga harus liat dimana lokasi-nya.
Mang dengan berada di Indonesia, lantas dianggap nasionalis? Mang apa aja yang udah lo sumbang ke negara?
G malah merasa makin nasionalis setelah hidup di negeri orang.
Sebelumnya, ya seperti Anda, g juga ga keberatan mereka mo manggil Indon ato apa. Krn g blon ngerti napa panggilan itu begitu menyinggung perasaan org Indonesia yang berada di Malaysia.
Trus masalah marah2..
kita ndak marah, kita cuman minta dihormati. Kita minta mereka menggunakan bahasa yg bener yaitu INDONESIA dan bukannya Indon.
Apa menurut Anda karena kita mencari rezeki di negara orang maka kita harus tunduk diperlakukan seperti apapun?
Apakah itu type Anda? Makan gaji brarti harus tunduk setunduk2nya?
Yah.. kalo emang itu type Anda, maka saya juga ga bs berkomentar banyak.
Salam.

Blogger Reza »
15 October, 2008 14:57  

gini aja deh turabul, kayaknya lo yang kurang dewasa atau gak bisa analisa? dibilangin ceramah agama ditinggalin ajah karena sekarang kita ngomong fakta, bukti dan kesaksian, so far lo tuh gak ngomong apa2. Liat aja komentar lo diatas, ada gak yg mendukung statement ikram mengenai arti kata indon:

"aku juga suka pake kata indon, beda sepetak dari indopahit (sebutan indonesia di komunitas pantau)"

"hehehe.. siapapun kalo dimaki pake embel-embel keparat, pasti marah.. tapi kalo saya dipanggil 'INDON' aja (tanpa embel-embel apapun), saya santai ajalah..

jika anda marah dipanggil 'indon', balas aja mereka dengan panggil 'Malay!!!' fair kan??

saya tetap gak melhat alasan untuk malu disebut indon, karena secara fonemis kata itu memang menjadi bagian dari identitas kita; INDON-esia.

I'm Indon, and this indon welcome all indon people in Malaysia who'd like to sponsor me to go to Jiran, to feel the consequences of being called as indon! :D"

ada yg merupakan fakta, bukti atau kesaksian untuk memperkuat statement ikram? Grow up dude, lo mau debat kusir apa diskusi? kita semua ngajakin diskusi disini. Tapi kalo lo emang bersikeras gak mau menerima masukan dari kita dan bangga akan keindonan lo sebagaimana yang rockm4m4 diskusikan go ahead, gak ada yang ngelarang lo. bahkan ketika rockm4m4 ngejelasin apa itu yg dimaksud "Malay" yang menurut lo kata padanan buat indon, lo aja gak naggepin. sebetulnya lo tuh mau apa disini? lo mau ngompor atau mo diskusi yang sehat? Lo mau kontak number gw, gw tilpon lo sekarang juga, email aja ke rz.1771@gmail.com, begitu g dapet no lo, g langsung tilpon lo. Sori aja kita bukan indon anonim seperti yang lo sangka. Kita adalah warga negara indonesia yang rela banting tulang di negara lain, terima perlakuan yang enggak mengenakan dari orang negara lain dan still kita bayar devisa kepada republik indonesia tercinta. Jadi lo gak usah ngomong soal sumbangan kita kepada negeri ini. Gak semua orang yang kerja disini menikmati kehidupan yang glamor dengan gaji beribu2 ringgit, liat para pekerja kilang, buruh bangunan, pembantu rumah tangga disini? apa lo mo nuduh mereka sebagai "...ngumpet di ketiak negeri jiran, numpang hidup! nasionalis abis ya...? gila g aja sakit hati ngedengernya. bener2 kekanak2an jalan pikiran lo. Mereka lebih nasionalis dari yang lo bayangin. Kita udah kebukti ngasilin devisa yang dipakai buat bangun negeri ini, sementara lo mana? NPWP udah punya belom? apa kata dunia?.....bicara pada hati lo dulu sebelum lo ngomentarin orang lain.

Anonymous rockm4m4 »
15 October, 2008 15:18  

@Turabul, just like we dont believe you that you wont get annoyed when someone calls you Indon after being here for a few months, same thing with you wont believe us that we will finance you to come here. loe minta dibayarin datang ke sini kayak ada cewek dateng ke gue and bilang "gue persilahkan loe untuk kawinin gue sama laki loe."

Kita maen drama2an ya. Use your imagination kalo seandainya lo ada di sini and denger ada yg bilang "You indon kan?" loe senyum karena loe tau dia gak bermaksud menghina. Days go by. One fine day… loe mo naik bis. Orang bilang, ongkosnya rm1. Oh murah, gue banyak duit ini, pikir lo. Then lo stop bis dan kasih duit rm10 ke supir. Si supir ngomong "You turun! Tak payah naik bas!" (gak usah naik bis). Lo gak ngerti, terus duduk. Si supir teriak "Wei mana Indon tadi tu?! Bayar lah!" Lo bingung and nimpalin dgn accent Indon lo "Tadi saya mau bayar." Dia akan jawab lebih kasar lagi "Uang 10 ringgit tak payah naik bas! You turun sekarang!" Lo liat kiri kanan gak ngerti. then loe turun… bingung kenapa. Later on loe tau, si supir gak ada kembalian cos duit harus dicemplungin ke box duit. Then loe tuker duit dulu. Lo stop bis berikutnya. Bayar rm1 cemplungin ke box, terus dikasih ticket, and lo duduk. Waktu lo mau turun, lo gak tau how to stop the bus. Gak ada kondektur loh. Karena kebiasaan di Jakarta, lo pun teriak "Kiri bang!" the driver keeps driving. Udah kelewatan jauh, panik lo deketin supirnya, "Bang, stop kiri ya Bang!" again dengan accent Indon lo. Then the driver says "You nak stop tekan lonceng lah! Tak tau kah? Ini Malaysia lah! Bodoh punya Indon!" lo akan tetap tersenyum biarpun semua orang di bis mandangin loe dengan tatapan "Ya lah memang betul Indon tu bodoh sangat.." Our question is, cant they just say whatever they want to say without having to mention where we come from and who we are????

Kemudian days go by. Another harassments you receive.. some mild, some strong. Then there is time when it touches your inner ego: YOUR MOTHER'S LAND.

The point is, you don't deserve a proper treatment like others. Because you are an INDON. In their eyes, it is impossible for you to afford a condo or bungalow, or a car. Because you are stupid, poor and you are their toilet cleaners.

Brother, we have experienced whatever you imagine if you are here. Mind you, your kemenangan way udah kita pake.

It is not the name INDON particularly. It is the treatment behind it. It is the reason behind it. Ada sebab. Ada akibat. Kayak main pinball. Lo gerakin paddle nya, dan bola menyentuh kemana2. Begitu lah kami2 ini yg udah lama di sini saat kami dipanggil Indon. Kalo bola pinball bisa nyentuh bom waktu sampek kita bilang "dont touch the paddle!" begitu juga kita when saying "dont call me INDON!"

Yes, we are Indonesians, and we choose to tell them directly that we don't have prophet's wisdoms to choose the silent way to kick them back for belittling us. We are not Gandhi nor Mandela otherwise people already write piles and piles of books about us: KASKUS RMAS, THE GREAT INDON LEADERS.

We choose a smart way: to tell them straight on their faces that INDON IS DEGATORY, biarpun mereka gak bermaksud menghina. We tell them directly "Can you say Indonesia?" Next time, the same person won't say INDON anymore. Start with us, then spread with others.

When you are straight forward and direct, you save a lot of time.

===================

Oh btw, rockm4m4 udah tulis identitynya loh. tapi gak nongol, mgkn karena ga masukin http://. nih biar jelas: rockm4m4.multiply.com. sorry memang di set private dari jaman baheula for network only. and gue gak punya blogger. but WE INVITE YOU TO JOIN US in Forum Regional Malaysia Kaskus.com http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=90 seperti yg bro Pahlawan Devisa sudah sebut. in there, our identities are clearer.

Anonymous rockm4m4 »
15 October, 2008 16:11  

Dengan ini, saya, menyerahkan Sertifikat YOU ARE LOWER SELOWER LOWERNYA THAN THE 5TH GRADER kepada saudara TUKABUR, for saying MBOK DIPIKIR!!! di mana dia ketika kita-kita susah payah memerangi korupsi, membangun ekonomi di negeri indopahit, menanggung beban kenaikan BBM?

ohh,.. dia ngumpet di ketiak negeri jiran, numpang hidup! nasionalis abis ya? ;p


Mau tau kenapa?

Because you just showed us a perfect example of: CONTRADICTIO IN TERMINIS of what you wrote before (allow me to quote):

Sekedar renungan saja bagi para indon, di mana saja: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Hurairah ra berkata, “Seseorang telah mencela Abu Bakar ra, Abu Bakar pun diam, sedangkan Nabi ketika itu bersama mereka. Nabi kagum, lalu tersenyum. Ketika orang itu memperbanyak cercaannya maka Abu Bakar menimpali sebagian yang diucapkannya. Nabi pun marah dan beranjak pergi. Abu Bakar kemudian menyusul beliau dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, orang itu telah mencerca diriku dan engkau tetap duduk. Namun di saat aku menimpali sebagian yang diucapkannya, mengapa engkau marah dan berdiri?’ Rasulullah pun menjawab, ‘Bersamamu tadi ada malaikat yang menimpali orang itu sementara engkau diam. Akan tetapi ketika engkau menimpali sebagian yang diucapkannya, setan pun datang, dan aku pun tidak mau duduk bersama setan.’

Hadist itu sejalan dengan ayat quran ini: “Tetapi orang-orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Q.S Asyyuara 43)

Ketika dihina dengan sebutan ‘abu qosim’ di Mekkah, muhammad sang nabi hanya tersenyum dan tetap berdakwah, mengajak kaum pagan berdialog.

Itulah sikap pemenang sejati.


and (again, allow me to quote):
indon anonim yang koar-koar (dan NUMPANG HIDUP di negeri orang) itu ternyata menilai 'kemarahan mereka' ga ada hubungannya dengan 'kualitas dan kedewasaan spiritual'.

Baru di attack sama kita aja kamu udah irritated? Apalagi kalo di Malaysia hahahahahahahaha!!!!! jangan irritated dong broo... pake sifat pemenang sejati mu.

Tapi gpp, itu sifat manusia. He seems to know what other people should do with their life, but dont know what he should do with his life! You are cordoned and you have NO weapon left to strike back hahahahahaa!!!! so you wrote such things hahahahahahaha!!!!

My TKI fellas, tau istilah "Don't argue with an idiot cos they will drag you to their level."

This is the perfect case. Tukabur udah dapet Sertifikat itu! Ternyata.. dia memang INDON yg orang Malokai anggap wakakakakakkk!!

TS nya mana nih? kikikikikik....

Anonymous ichal »
15 October, 2008 16:15  

saya gak tertarik untuk berdebat lebih jauh lagi mengenai masalah ini, opini yang ingin saya sampaikan hanya sebatas perkataan "Indon" yg sudah dikemukakan oleh sdr Ikram.

Saya paham kalau tulisan Sdr Ikram akan menuai banyak Protes, karena apa? kita tidak bs mengukur orang lain dengan diri kita sendiri.. Okelah, mungkin hati anda sudah beku dan anda gak akan tersinggung, itu kelebihan anda, tapi tidak dengan yang lain? semua orang berhak menyampaikan isi hati dan perasaan, suka atau tidak dengan perkataan "Indon" itu. Dan orang lain harus belajar menghargai perasaan itu. kalau sifat saling menghargai itu sudah tidak ada, gak perlu dibayangkan bagaimana jadinya suatu hidup bermasyarakat, karena semua orang akan membentuk opininya masing2 dan memaksakan kehendaknyah.

untuk bung @turabul-aqdam:

Bagus anda sudah memiliki tingkat kesabaran dan Spiritual yang tinggi, saya percaya bersabar adalah kunci keharmonisan kehidupan, akankah anda tetap bersabar apabila, kaum, keluarga,bangsa anda yg dihina? atau anda akan tetap bersembunyi dibalik kata "Sabar"?

ini merupakan konteks yg berbeda, Tuhan gak akan merubah nasib suatu kaum apabila kita tidak ada keinginan untuk Merubahnyah, bahkan apakah anda tetap akan bersabar apabila anda melihat ketidak adilan dan ketidak benaran yg terjadi di depan mata anda? apabila hal seperti ini yg dibahas.. masalahnya akan meluas apabila menyangkut suatu persepsi, Adil menurut anda, belum tentu menurut orang lain, tentu hal ini akan menjadi Subjektif.

mari kita kembali ke konteks asal, yaitu penggunaan perkataan "Indon"

Seperti awal yang pernah saya sampaikan. Perdebatan ini tidak akan pernah ada habisnya. karena anda gak tersinggung, sementara dilain pihak merasa tersinggung. Marilah kita tarik benang lurus diantara masalah ini, dan mencoba memahami apa sebenarnya yang terjadi, bukannya untuk memaksakan suatu opini, apalagi kalau sampai berakhir dengan saling menghina. Saya rasa sangat mengecewakan!!

Saya menghormati apa yg menjadi opini anda, Sah2 saja anda tidak tersinggung dengan kata "Indon" dan itu memang hak anda,lalu gak lantas saya bilang anda gak Nasionalis, nasionalis bukan itu parameternya. Saya percaya anda seorang nasionalis, mungkin anda sudah berbuat banyak untuk negri ini, siapa yg tau?

Begitu juga untuk teman2 para TKI, saya memahami betul perasaan anda, suatu kewajaran apabila anda tersinggung dengan perkataan "Indon" sebab, andalah yg mendengar dan mendapat sebutan itu, anda yg mendengar langsung, bukan teman2 yg berada di indonesia yg hanya bisa membaca dari Koran dan Internet.

harapan saya untuk sdr Ikram dll, cobalah untuk menghormati, menghargai dan memahami perasaan orang lain, bukan untuk mencari pembenaran atas perkataan "INDON".

Benar atau salah perkataan "Indon" itu kembali ke diri kita masing2, saya pun memiliki penilaian pribadi.

Singkat dr saya, saya gak menginginkan anda2 semua untuk ikut2an membenci perkataan "Indon" biarlah tiap2 orang memiliki pemahaman nya masing2, tetapi yang saya inginkan.. silahkan pahami perasaan teman2 yg tersinggung dengan perkataan "INDON" mereka juga bagian dari bangsa Indonesia yg berjuang dengan caranya masing2, kalau mereka tidak mendapat respect dari bangsa sendiri, siapa lagi yg mau memberikan respect?


Mohon Maaf apabila opini saya salah, mohon koreksi.


Faizal
+6016.9556338

http://www.friendster.com/ichals
email: ichals@inbox.com
blog: http://blog.lawa.biz

Anonymous rockm4m4 »
15 October, 2008 16:34  

bang ichal: Mohon Maaf apabila opini saya salah, mohon koreksi.

saya mo koreksi bang!!! mestinya abang end comment abang dengan.. "ini lagu metallicaaaaaaa..."

udah ah. pulang yukkkk....

Blogger turabul-aqdam »
15 October, 2008 16:57  

REZA said: “Gw juga bertanya2 lo seneng banget yah dipanggil indon, have u got no shame at all?”

anda mulai ngajak ngemeng FAKTA, baik mari bicara FAKTA.

coba di bagian mana saya SENANG dipanggil ‘indon’..

saya tantang anda untuk mencari FAKTA itu, saya kasih anda waktu sepanjang.. mm.. ga perlu lah.. TANPA BATAS WAKTU.. :D

soal NPWP dan pajak, silahkan ke jakarta, mampir ke tempat kerja saya, bisnis Indonesia, dan saya akan tunjukkan pada anda. mo iris-irisan kuping? Hihihi..

mengapa anda harus sakit hati karena kabur di ketiak malaysia? faktanya, indon macam anda emang kabur dari kampung halaman dan tak ikut memperbaiki negara ini yang sudah kesusahan. ya toh??

kalo benar bahwa malaysia hanya menjaring orang ber-skill, lalu mengapa ungkapan 'INDON' itu muncul? :)

TO Rockm4m: udahlah berhenti bercakap.. kata abang reza, kita sekarang ngomong FAKTA… so, jangan maen drama-drama-an ya??

coba ditunjukkan bagian mana saya menghina anda? bukankah apa yang saya katakan itu FAKTA.

FAKTA 1: kalian NUMPANG HIDUP di negeri orang

FAKTA 2: teman anda menganggap persoalan 'marah' ga ada kaitannya dengan agama or spiritual.

apa lagi sih??

INDON anonymous, said “ya lebih nasionalis elo yang bangga dipanggil INDON sementara artinya itu MERENDAHKAN NEGARA INDONESIA TERCINTA.”

sekarang tunjukkan FAKTA, di bagian mana saya BANGGA dipanggil ‘indon’.. saya tantang anda untuk mencari, TANPA BATAS WAKTU.. :D

bukankah anda yang GEGABAH mengira saya tidak nasionalis hanya karena TIDAK IKUT-IKUTAN MARAH dalam soal per-INDON-an ini?

ini omongan anda: "Or r u not proud to be Indonesian?"

lalu, lihatlah omongan anda ini. ini FAKTA keras bahwa ANDA MENGAKUI persoalannya bukan pada kata 'INDON'.

u said: "It is the treatment behind it. It is the reason behind it."

TO bang ichal. can't disagree with u no more..

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 17:23  

INDON anonymous, said “ya lebih nasionalis elo yang bangga dipanggil INDON sementara artinya itu MERENDAHKAN NEGARA INDONESIA TERCINTA.”

TURABUL REPLIED sekarang tunjukkan FAKTA, di bagian mana saya BANGGA dipanggil ‘indon’.. saya tantang anda untuk mencari, TANPA BATAS WAKTU.. :D

----- ohh FAKTAnya ??? sudah tentu ANDA bangga disebut dengan INDON, jelas2 lo tau orang irritated (keberatan) dengan kata INDON, tapi lo ga berhenti2nya addressed orang dengan sebutan INDON ANONYMOUS and you even called urself INDON :D *kalo ga bangga, jangan diulang2 donk :D*

kalo gw sih jelas2 menolak keras dipanggil INDON, bukan hanya karena orang malaysia yg manggil aja. just to let you know, I am SUPER IRRITATING when you addressed me as INDON ANONYMOUS. you can adressed me as INDO ANONYMOUS OR ANONYMOUS (only).. seperti kata bang Ichal : silahkan pahami perasaan teman2 yg tersinggung dengan perkataan "INDON" mereka juga bagian dari bangsa Indonesia yg berjuang dengan caranya masing2, kalau mereka tidak mendapat respect dari bangsa sendiri, siapa lagi yg mau memberikan respect?





ini omongan anda: "Or r u not proud to be Indonesian?"

This is not my writing, so I can't give u any comments :) it might be somebody who accidentaly stay anonymous as well :)


regards,

Liv

Blogger Reza »
15 October, 2008 17:25  

Turabul anda mau ngelawak yah:p REZA said: “Gw juga bertanya2 lo seneng banget yah dipanggil indon, have u got no shame at all?”

anda mulai ngajak ngemeng FAKTA, baik mari bicara FAKTA.

coba di bagian mana saya SENANG dipanggil ‘indon’..

saya tantang anda untuk mencari FAKTA itu, saya kasih anda waktu sepanjang.. mm.. ga perlu lah.. TANPA BATAS WAKTU.. :D

LIAT BRO SEPANJANG KOMENTAR LO UDAH BERAPA KALI LO NGOMONG INDON, dan terkahir lo udah ngomong I'm INDON, masih mau tantang cari fakta, saya yg salah lihat apa anda yang gak tau apa yang anda tulis. saya sudah tantang anda, kalo anda masih ngomong indon anonim silahkan anda post kontak no anda, mo tlp rumah atau hp, saya akan tilpon anda, no email sudah saya sediakan diatas, tapi kok TIDAK ADA SAMA SEKALI yah???? MOhon maaf Bro, kalo anda cuman bisa bacot ajah gak ada fakta, bukti dll, apalagi tindakan (saya minta kontak no buat saya tipon aja tidak dilakukan dimana mo berharap yang lain) gak usah ngomonglah. dan untuk post-an rockm4m4 saya pikir udah kejawab kalo anda bisa dengan bijaksana melihat sendiri komentar anda, like i say just hitung berapa kali anda bilang indon dan i'm indon. thanks berat kalo anda bisa berhitung yah :p

Blogger Reza »
15 October, 2008 17:56  

indon anonim yang koar-koar (dan NUMPANG HIDUP di negeri orang) itu ternyata menilai 'kemarahan mereka' ga ada hubungannya dengan 'kualitas dan kedewasaan spiritual'

Reza: G gak perlu komentar lebih lanjut, g pikir ical udah bilang dengan jelas bahwa akankah anda tetap bersabar apabila, kaum, keluarga,bangsa anda yg dihina? atau anda akan tetap bersembunyi dibalik kata "Sabar"? dan rockm4m4 juga sudah bilang "Yes, we are Indonesians, and we choose to tell them directly that we don't have prophet's wisdoms to choose the silent way to kick them back for belittling us. We are not Gandhi nor Mandela otherwise people already write piles and piles of books about us: KASKUS RMAS, THE GREAT INDON LEADERS.We choose a smart way: to tell them straight on their faces that INDON IS DEGATORY, biarpun mereka gak bermaksud menghina. We tell them directly "Can you say Indonesia?" Next time, the same person won't say INDON anymore. Start with us, then spread with others.
When you are straight forward and direct, you save a lot of time."
Kalo lo emang bisa mikir, coba pikir lebih baik deh. Atau masih minta disuapin?

ya pantes aja nek, dipanggil INDON aja mere-mere.. sekarang saya tahu kadar spiritualitas mereka; ceper.

REZA: Tidak ada yang bisa menilai kualitas spritualitas sesorang kecuali orang itu dan Tuhan YME, tapi kita bisa menilai kadar kualitas intelektual seseorang yang dalam hal ini adalah anda sebagai, meminjam istilah anda, CEPER...kenapa? saya akan jelaskan dibawah ini


yang lucu lagi, dia mencurigai saya indon (yang hidup & mengabdi di negeri sendiri ini) tidak se-nasionalis dirinya.

REZA:tidak ada satu orangpun yang bilang anda tidak nasionalis, silahkan tunjukkan kalimat mana yg state begitu, mereka hanya bilang bahwa anda belum pernah kemari and yet ur talking like u know everything thats been goin on in this country.

MBOK DIPIKIR!!! di mana dia ketika kita-kita susah payah memerangi korupsi, membangun ekonomi di negeri indopahit, menanggung beban kenaikan BBM?

Kami disini, bekerja membanting tulang, mencoba menafkahi keluarga kami dengan menelan seluruh perlakuan buruk yang diberikan warga negara malaysia, mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia serta memberikan devisa bagi negara Indonesia. Beban kenaikan BBM? anda pikir hanya anda dan seluruh penduduk di Indonesia yang merasakan dampak dari kenaikan harga minyak dunia? pikiran yang sangat picik. Malaysia juga mengalami hal serupa, semua harga barang kebutuhan pokok juga naik. Anda menderita, kami juga menderita. Ingat bahwa kami disini tidak dibayar beribu2 dollar, banyak dari kami yang dibayar seadanya.

ohh,.. dia ngumpet di ketiak negeri jiran, numpang hidup! nasionalis abis ya? ;p

kami tidak ngumpet, kami ada disini, numpang hidup?silahkan definisikan istilah numpang anda, maaf kami profesional, kami bekerja dan digaji, dan tidak merugikan negara manaupun. Negara malaysia senang dikarenakan mendapatkan profesional2, sedang negara indonesia senang karena mendapatkan devisa dan kurangnya angka pengangguran. Numpang?saya pikir tidak

apa dengan marah-marah ketika dipanggil indon, maka otomatis dia jadi lebih NASIONALIS ketimbang kita-kita yang stay cool & calm?

REZA: Apakah dengan menjadi cool & calm, anda bisa merubah segala sesuatu? tidak selamanya diam itu emas. IF NOT US WHO? IF NOT NOW WHEN? dan saya tidak pernah mempermasalahkan kenasionalisan anda. saya yakin anda nasionalis sejati yang rela kehilangan segala harta bendanya demi indonesia dan apabila diadakan wajib militer anda pasti orang pertama yang mendaftar saya yakin akan itu :D dan tolong jgn kounter syaa dengan pakah marah bisa mengubah segala sesuatu, everything starts from small things in case u didnt know it.

jika demikian batasan NASIONALISME dia, saya bersyukur ga menjadi bagian dari INDON seperti ini (yang mengidap inferioritas kompleks di negeri orang)

REZA:maaf kami tidak mengidap inferioritas maupun superioritas, kami adalah kami, kami adalah warga negara indonesia yang berdaulat.

salam buat indon teman-teman anda di ka(s)kus. semoga mereka JAYA di Malaysia sana (entah dalam pengertian apa.. hihihi..)

REZA: Terima kasih saya akan beritahu mereka salam anda. btw mereka ada di Kaskus bukan ka(s)kus, in case pengelihatan atau pengertian anda telah melemah

saya mengundang anda kembali ke Tanah Air dan membangun negeri ini, ketimbang marah-marah di negeri orang, namun pada saat yang sama mengais rejeki di negeri orang tersebut.

REZA: Kami akan kembali dan membangun negeri kami, tapi apakah pembangunan hanya bisa dilakukan apabila yang bersangkutan berada di tempat tersebut?bila semua orang berpendapat begitu maka tidak akan adalagi teleconference, videochat, kuliah jarak jauh dll sebagainya. Apakah mengais rejeki di negara lain diharamkan? apakah kami harus terus disini dan menambah jumlah pengaguran yang berbuntut kepada kemiskinan dan kerawanan sosial, sedang kami tahu apanila kami bekerja di luar negeri akan dapat mengurangi tingkat penggaguran di indonesia dan mensejahterakan keluarga kami dan negara kami dnegan devisa yang kami peroleh?

SAYA masih menunggu kejantanan anda untuk memberikan no kontak anda sampai detik ini.

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 18:24  

TURABUL REPLIED : FAKTA 1: kalian NUMPANG HIDUP di negeri orang

hey you, FAKTA (menurut anda) yang ini ga ada hubungannya dengan KATA INDON yang lagi dibahas. ngurus hidup elo sendiri deh daripada ngurusin orang HIDUP NUMPANG DI NEGERI ORANG, IT'S NONE OF YOUR BUSINESS. JUST SHOW SOME RESPECT daripada terus menerus nulis kalimat2 yang sungguh AMAT TIDAK TERPELAJAR seperti "NUMPANG HIDUP DI NEGERI ORANG/ NGUMPET DI KETIAK NEGERI JIRAN" dari kalimat2 lo diatas seolah2 hidup elo udah hebat aja! kalo anda mau dihargai, belajar dulu gimana cara menghargai orang.

anyway elo sendiri juga NUMPANG HIDUP di dunia :D

FAKTA 2: teman anda menganggap persoalan 'marah' ga ada kaitannya dengan agama or spiritual.

urusan agama/spiritual itu hubungan pribadi masing2 dengan agama orang. ga semua orang punya agama yang sama, dan postingan anda sebelumnya yang "ceramah" tentang agama itu adalah agama anda...dan masing2 orang punya agama sendiri, jadi elo ga bisa menyamakan persepsi agama elo dengan agama orang laen.

and again...masalah kata INDON ga ada hubungan dengan agama/spiritual. orang mau marah dipanggil INDON juga ga ada kaitan dengan AGAMA.

please dalam bahasan ini jangan bawa2 agama, agama itu hal yang sensitive. dan semua orang punya pandangan sendiri tentang agama.

Regards,

Liv

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 18:30  

REZA: Terima kasih saya akan beritahu mereka salam anda. btw mereka ada di Kaskus bukan ka(s)kus, in case pengelihatan atau pengertian anda telah melemah

=============
bukan penglihatan/ pengertiannya yang melemah tapi emang dia (TURABUL) ga tau bagaimana cara menghargai orang. jadi wajar kalo kata2 seperti itu muncul dalam setiap post dia...this is not the first and wont be the last time those uneducated words appear in his posts.

Regards,

Liv

Blogger ikram »
15 October, 2008 20:37  

Ya ampun. Baru kemarin bilang "bingung" sekarang jadi tambah bingung melihat segini banyak komentar yang harus ditanggapi.

Padahal saya tidak punya kemewahan untuk berlama-lama di depan komputer. Pakai jam kantor ini.

Tapi oke deh, ini dulu yang pertama: Masa' sih saya dibilang tidak bertanggungjawab atas tulisan saya? Justru komentar Reza di tulisan "Indon(esia!)" saya tanggapi dengan satu tulisan sendiri loh.

Jadi, mohon tenang. I'm getting there.

Blogger Pahlawan Devisa (TKI) »
15 October, 2008 21:48  

TURABUL REPLIED : ohh,.. dia ngumpet di ketiak negeri jiran, numpang hidup! nasionalis abis ya? ;p

Menurut Mas Arif Nasionalis itu apa? dan dalam konteks apa? Harus di dalam Negeri kah atau memberikan kontribusi dalam bidang apa sehingga bisa dikatakan nasionalis?

Apakah harus berupa tenaga? Keahlian? atau Moneter? nah kalo memang ke tiga2nya jadi barometer Mudah2 an saya sudah dan akan selalu melakukan nya.

maklum saya ngga pinter nulis jadi karangan nya deskripsi. sebagai gambaran saja, bukan bermaksud yang lain.

Tenaga.

Tahun 96 saya di Menwa Resimen Mahasiswa Battalion 14 Trisakti, sempet di kirim ke Tim Tim selama penugasan 6 bulan ambil cuti semester. Sempet berapa kali di hajar Mortir 80MM nya Fretellin dan alhamdullilah masih lengkap utuh gak kurang suatu apapun masih bisa hidup sampai sekarang, oh iya kalo mas ada Kenalan dari korps Marinir yang pernah Tugas di Baucau tahun 96 an mungkin tau berapa kali Koramil di sana kena salvo Mortir dari bukit2 di sekitaran. Karena saya yakin dulu Right or Wrong is my Country (maklum Darah Muda... dan sampe sekarang pun saya masih meneteskan air mata kalau melihat bendera Timor Leste)

Kemudian th 98, Temen almamater saya Mati ketembak di dalam kampus ditembak dari atas flyover grogol (inget Elang kan?) saya buka seragam menwa dan langsung join Forum Kota untuk menurunkan Suharto, sempet adu otot sama Kostrad dan bajingan2 dari Kodam Jayakarta dan buah hasilnya adalah Reformasi (mas pasti tau kan sejarahnya jadi saya ngga usah ngomong detail)

Keahlian..

Sempet dari th 2000 sampe 2002 ikut memanage server Compaq Alpha yang mengatur jalanya satellite Palapa dari Cibinong. Ya lumayan lah meskipun gk langsung memprogram jalan nya satellite Palapa tapi sempet menjaga server nya 24x7 supaya ngga matek dan biar satellitenya tetep nyanggon di orbitnya. Mungkin ini abstrak kali ya karena disuruh boss dan digaji(ari gene getoo loh gak muna lah butuh duit buat survive) tapi setidak2nya itulah keahlian saya yang bisa disumbangkan kepada Ibu Pertiwi.

Moneter...

Nah ini yang masih berlaku dari dulu sampe sekarang dan masa akan datang... Investasi di negeri sendiri, bukan sekala besar2an cukup aja ngirim duit buat Ibunda dan keluarga dikampung saya SURABAYA tercinta sehingga duit itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dari warung2 di sekitar rumah, membeli pangan dari yang jualan gendongan biasa lewat di depan rumah dan pasar tradisional. Lumayan lah agar ekonomi lokal bisa berputar.

Mungkin saya bukan seorang Nasionalis seperti Bung Tomo atau Sam Ratulangi tapi untuk sementara waktu itu saja yang saya bisa kontribusikan kepada Indonesiaku di seberang sana.

Nah kembali ke pernyataan itu, nasionalisme itu apa kah?

Blogger turabul-aqdam »
15 October, 2008 22:10  

coba mari kita lihat berapa kali saya mengalami pembunuhan karakter:

1. saya dituduh tak tau bagaimana menghargai orang (by liv)
2. saya disebut sebagai un-educated person (by liv)
3. kualitas intelektual saya ceper (by reza)

thanks a lot atas semua hinaan itu. semuanya menunjukkan pola argumentum ad hominem anda-anda, yang mengindikasikan keputusasaan berdiskusi secara jernih. ;)

saya menyinggung soal numpang hidup (which is undenieable FACT), untuk menunjukkan betapa nisbinya batasan 'kebanggaan sebagai WNI' dengan penolakan ungkapan 'INDON'.

nih, baca praduga anonim kunyuk itu (REZA, tolong baca ini): "Or r u not proud to be Indonesian?"

jadi, terlalu jauh jika mengaitkan sikap ikram (dan saya) yang menetralisir kata 'INDON', dengan menganggap kebanggaan kami sebagai WNI luntur.

buktinya, kami masih di sini: setia menghadapi pergulatan di negeri ini, dan mencoba ikut memperbaiki sesuai kemampuan.

demikian, mas PAHLAWAN DEVISA.. saya bisa jadi nasionalis, anda juga mungkin nasionalis. itu ga ada urusannya dengan per-INDON-an seperti yang disinggung anonim tengik tersebut..

***

saya dituduh BANGGA dengan sebutan INDON karena berkali-kali memakai ungkapan itu.

sahihkah tuduhan itu? mari pake analogi mudah:

draf RUU APP berulangkali menyebut dan menuliskan kata 'PORNOGRAFI'. apakah berarti RUU tersebut BANGGA dan mendukung pornografi?

enggak tho? lalu kenapa saya dituduh BANGGA akan sebutan INDON, hanya karena berulangkali memakai kata tersebut?

mungkin para penuduh itu belum memahami bahwa 'BAHASA adalah gejala FONETIS netral."

ia menjadi penanda berbeda ketika masyarakat melekatkan petanda-petanda sesuai pemikiran mereka.

MISAL: kata 'butuh' memiliki makna berbeda bagi orang indon dan malay. di indon, kata ini berarti 'perlu', tapi di malay berarti 'penis'

demikian juga dengan 'indon'. di pemberitaan malay, kata ini muncul untuk mempersingkat judul, dan tak selamanya dikonotasikan negatif di MEDIA.

silahkan baca posting ikram ini

***

OK, banyak malay yang memakai kata indon sebagai umpatan. lalu bagaimana reaksi kita?

bang ichal, as quoted by riza, said: "akankah anda tetap bersabar apabila, kaum, keluarga,bangsa anda yg dihina? atau anda akan tetap bersembunyi dibalik kata "Sabar"?"

bos, coba liat contoh kasus nabi muhammad yang sudah saya sodorkan (LIV, REZA, ICHAL, plz simak ini):

"Ketika dihina dengan sebutan ‘abu qosim’ di Mekkah, muhammad sang nabi hanya tersenyum dan TETAP BERDAKWAH, mengajak kaum pagan BERDIALOG. Itulah sikap pemenang sejati. Salam hormat saya pada bung ichal, kebencian memang tak akan menjadi solusi."

coba direnungkan, apakah nabi bersembunyi di balik sikap 'sabar'?
no, dear.. dia tetap berdialog dengan sabar, dan bukannya mere-mere. :)

demikian pula sikap saya. jika saya di malay dan dipanggil 'indon', saya memilih bersikap seperti orang yang mendengar si buta berteriak: "matahari itu warnanya hitam!"

hehe..

tapi, jika saya sedang bersama kawan dan dia tersinggung dipanggil 'indon' oleh malay. tentu dialog harus dibuka, bukan dengan kemarahan, tentunya.

YANG saya sayangkan adalah: ada segerombol orang yang memaksakan kekerasan diskursif dengan menyuruh kita tak memakai kata 'INDON', hanya karena dia MENGKLAIM maknanya hanya SATU, yakni 'blablabla' sesuai PERSEPSI dia sendiri.

duh.. jika sikap kaya gini berkembang, saya khawatir umat islam akan memprotes penggunaan kata 'Allah' di BIBLE karena menganggap kata itu MILIK mereka, dan umat hindu memprotes muslim yang memakai kata 'SEMBAHYANG', karena kata ini juga DIKLAIM sebagai milik mereka.

runyam tho? so, janganlah mengklaim dan menguasai makna dari sebuah gejala fonetis yang netral ini.

***

saya memandang ajaran agama bukan sebagai artefak di museum. karena itu, saya memakainya sebagai frame memandang persoalan keseharian.

baiklah, agar gak dianggap terlalu berdakwah islami, berikut ini saya ambil ajaran kristen (yang dianut mayoritas penduduk bumi):

"Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegurlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang." (1 Tesalonika 5:14)

gimana dengan Budha? ooh.. pesan penting yang diungkapkan oleh Sidharta Gautama di depan 1.250 orang-orang suci adalah: kesabaran.

coba lihat di ajaran-ajaran agama tersebut: adakah anjuran untuk marah menghadapi hinaan? apakah sabar diartikan diam?

kemarahan tak menyelesaikan persoalan. tak mungkin kita bisa memberi pemahaman dan mengajak berdialog para malay itu kalo belum-belum udah tersinggung demi melihat atau mendengar kata 'INDON'.

coba liat pernyatan si anonim ini:
"just to let you know, I am SUPER IRRITATING when you addressed me as INDON ANONYMOUS. you can adressed me as INDO ANONYMOUS OR ANONYMOUS (only).."

nah, kalo kaya gini ini baru namanya S-E-N-S-I-T-I-F. ;p

***

dan saya masih sepakat dengan FAKTA KERAS yang disodorkan rockm4m4: "It is not the name INDON particularly. It is the treatment behind it. It is the reason behind it."

saran saya buat rockm4m4 adalah ini: "if the PROBLEM is the treatment, then FIGHT that TREATMENT. don't fight the stupid word, honey."

why? because the word ain't the reality. the reality U HATE is THE TREATMENT.

OK??

sekali lagi, thanks atas tuduhan dan hinaan anda semua, karena hinaan itu bisa bernilai ibadah buat saya..

***

untuk REZA yang ingin membuktikan kejantanan saya dari nomor hape (apa hubungannya coba? hihi.. aneh..)

okelah, barangkali dia butuh ngerti saya jantan atau betina, silahkan catat nomor hape saya: 08889983191

call me, n i let u know my NPWP (to prove that i'm a nationalist?) wuakakaka... :D

Blogger Reza »
15 October, 2008 22:34  

@TURABUL, tolong deh hpnya dinyalakan lagi, saya baru ngomong beberapa patah kata doank, dia langsung tutup hpnya. Kalo emang perlu g bakalan tilpon kok media indonesia buat ngomong ama lo. its tht simple bro.

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 22:46  

OMG :D :D emang susah deh kalo mindset-nya udah kayak gt. udah dijelasin berkali2 juga arti kata INDON yang sebenarnya itu apa ? masih juga kagak2 ngarti...apa perlu ditulis ulang lagi ??? silahkan baca deh postingan2 diatas arti kata INDON sebenarnya itu apa ?? kenapa kita merasa OFFENSIVE dipanggil INDON ? yang anda tau INDON itu penggalan kata dari INDONESIA (itu pemberitaan di media2 Indonesia) tapi apakah anda tau, kalo di MALAYSIA kata INDON bukan hanya berarti penggalan kata ?? tapi ada arti laen ??

dan kita2 reply disini bukan karena pengen elo2 semua pada ikutan ngerasa OFFENSIVE dipanggil INDON. tapi tujuan kita adalah MEMBERITAHUKAN kalo kata INDON itu sebenarnya punya MAKNA laen bukan hanya sebuah penggalan kata. UNDERSTAND ? kalo masih ga ngerti...buka kamus deh (kamus apaan coba :P)


TURABUL REPLIED 1. saya dituduh tak tau bagaimana menghargai orang (by liv)

gimana saya bisa ngerasa dihargai ? sementara anda menulis kita2 yang kerja disini itu NGUMPET DI KETEK NEGERI JIRAN ?? helloooooo....harusnya anda mengoreksi kalimat anda diatas ! yang tidak menghargai orang itu elo apa gue ? bisa anda lihat postingan2 saya sebelumnya cukup SOPAN dan masih keep in track. tapi saya memang AMAT SANGAT TERSINGGUNG dengan kalimat anda "NGUMPET DI KETEK NEGERI JIRAN/ NUMPANG HIDUP DI NEGERI ORANG" yang namanya numpang hidup itu FREE FOOD AND STAY ! harus nunduk dan terima segala perlakuan baek/buruk dari orang KARENA KITA NUMPANG ! but do you know how we struggle our live here ??? jangan banyak bacot deh kalo elo sendiri belom pernah hidup di negeri orang belom pernah ngerasain susahnya hidup di negeri orang itu kayak apa. dan DITEGASIN kembali BUKAN NUMPANG ! karena disini ga ada yang namanya NUMPANG HIDUP. yang ada BERJUANG HIDUP di negeri orang...

2. saya disebut sebagai un-educated person (by liv)

gimana saya bisa mengganggap anda seorang yang TERPELAJAR dengan kalimat2 anda sebelumnya ?? anda cuma bisa berkoar2 tanpa langsung turun ke lapangan dan melihat FAKTA yang ada. percuma anda seorang JURNALIS, even gw gak pakar di bidang yang satu ini. tapi dengan pengetahuan saya yang masih tidak seberapa ini, bukannya seorang JURNALIS dalam menulis/menanggapi sebuah artikel itu harus langsung turun ke lapangan dan melihat fakta2 yang ada ?? bukannya cuma mental KEYBOARD, menutup mata dan telinga untuk melihat FAKTA yang ada di lapangan sebenarnya ?

udah deh this would be my last comment here...coz I don't see any point to debate further, since you're not even trying to see (understand) the FACT that all of us try to tell you.

Liv

Anonymous Anonymous »
15 October, 2008 22:51  

@ Reza : ngapaen elo ngabisin pulsa buat neleponin orang sotoy ? biasalah mental KEYBOARD beraninya koar2 via keyboard, giliran diajak debat langsung kagak berani.

*enak tidur gw tar malem, ngatain orang sotoy* dah ah jadi ikutan ga TERPELAJAR gini huehehehhe

liv

Blogger ikram »
15 October, 2008 22:53  

Wah, masih pada bangun jam segini?

Anonymous udahenry »
15 October, 2008 22:59  

Hmmm... setelah dari kemaren diem akhirnya gak tahan gua ngeliat kok ada orang yg profesi nya sebagai jurnalis ngomong profesi yang bahkan diberi predikat "PAHLAWAN DEVISA" oleh negara sebagai profesi "NUMPANG HIDUP!"
===========================
TO TURABUL

Perdebatan ini mulai bergeser dari penggunaan kata INDON menjadi siapa yg lebih nasionalis dan siapa yg tidak hanya karena Anda ingin membawa perdebatan ini lebih bias kan?

Soal komen anda mengenai "NUMPANG HIDUP" Wake up hoy!!! Lo pikir membangun negara cuma bisa dilakukan di negara itu sendiri. Pembangunan itu memiliki arti kata luas!

Elu pikir kita disini para TKI cari uang buat gaya hidup disini? buat senang-senang disini? Most of us SEND OUR MONEY BACK TO INDONESIA, untuk keluarga yg tentunya membawa multiplier effect ke sistem ekonomi Indonesia itu sendiri.

Lo menganggap TKI itu "NUMPANG HIDUP DI NEGARA ORANG" sementara negara sendiri menjuluki kami "PAHLAWAN DEVISA" surely, sepertinya elo gak sempat mengecam pendidikan dan memahami arti DEVISA? Buka buku jaman SMP sono belajar lagi apa arti kata DEVISA! Gak punya buku? liat ke wikipedia sana!

Tau gak lo even hasil pantauan WorldBank, Indonesia adalah salah satu negara penerima devisa terbesar se Asia Pasific. dengan penerimaan pengiriman uang selama tahun 2007 SAJA sebesar total USD 6 billion. Its even more than what your company earn for 5 years!

Kita para TKI ini yg membuat Indonesia gak kebocoran devisa. Buat apa lo nge banggain diri tinggal dan bekerja di Indonesia kalo lo bekerja untuk konglomerat yg even sebagian besar penghasilannya disimpan di luar Indonesia! Merekalah bangsat-bangsat penyebab krismon yang setiap gonjang ganjing dikit langsung rush beli dollar! Yg model gitu itu teroris yg "NGETEK DI INDONESIA" and you work for them and help them to be more rich, and you are so proud of it!? Geez I can see now that you are even more pathetic than others who submit their comments here because of ignorance!

Kalo lo mau ngomongin membangun negara, lakukan dengan cara yang nyata jangan cuma bisa bekoar-koar sana sini provokatorin kondisi sosial & politik sana sini dengan berita-berita asal jeplak demi mengisi kolom dan deadline plus bisa di twist sedemikian rupa tergantung Angpau siapa yg paling gede!

So typical of Indonesian Journalist, who like to make a mockery of everything and makes it getting hotter and hotter and thought whatever they said are true and represent people's aspirations but didn't realize it has destroy a nation piece by piece!

=============

To Ikram:

Kram, I understand the writing is your own thoughts, but its also a sensitive issue here. You should have been more careful with this kind of topic as for some people for us the TKI, especially in Malaysia, It's being used mostly for negative meanings, and not every TKI could take it easily.

Lo harusnya juga pikirin gimana perasaan kita yg rela memisahkan diri dari keluarga di Indonesia mencari penghidupan lebih baik ke luar dari negara sendiri untuk membantu sanak saudara nya di Indonesia.

Too many love has to be torn apart for me, for us the TKI. We have to leave our parents, children, husband, wife, sisters, brothers, friends, with faith that someday us, the TKI will help our family to get a better quality of life in Indonesia.

As fellow Indonesians, what you wrote is mocking us so bad! Why? because you said something that really matter to us is actually doesn't matter at all.

The worst thing, you write it but you don't even know the real situation and yet you defend it soo bad.

Put it like this, you never swim before, but you mock you brother who is trying to learn how to swim by saying: Ahhhh masa tinggal kecipak kecipuk kaki gitu aja gak bisa, bikin malu deh pake kelelep nelen aer segala! Yang bener dong gerakkin kaki sama tangannya!

Your brother is the one who has to learn how to swim, accidentally drink the water, trying so hard to learn, has to listen from you, a person who is even never swim in his life?

Ingat mulut mu harimau mu, or in this case tulisanmu adalah cakarmu. And your claw has starts tearing our heart apart!

If you think you are a person who have no problem in doing those kind of mockery to your own brother, then I rest my case!

Thanks
Henry Harris
a proud TKI

Anonymous adel »
16 October, 2008 00:04  

gw jadi teringat temen gw waktu lagi
ada problem ama cewe, trus sebagai teman kita2 bilang.. "udalah sabar, lupain aja dia, masih banyak cewe yang laen"
trus dia jawab "bukan lo yang mengalamin sih"
and then...no more argue.

Blogger Dony »
16 October, 2008 01:11  

Anyway...
Mending langsung lihat ke sumbernya
Dalam kamus Bahasa Indonesia EYD kita yang terakhir (dan kayanya belum ada update lagi) sampai kapanpun kita tidak akan menemukan penggalan In-don-e-si-a, yang ada adalah In-do-ne-si-a. So.. bila benar kita semua bangga sebagai Bangsa Indonesia yang berdaulat (atau yang disebut nasionalis) dan memiliki kekayaan yang sangat banyak, sudah sepatutnya kita juga memperbaiki penggalan kata yang menurut kita tidak sesuai... apapun konotasinya.

Kalau mau dibuat analogi (lagi musim kayanya):
Misalkan gaya menari Kecak dari Bali adalah terdiri dari set gerakan A-B-C-D-E.
Lalu ada seorang asing yang belajar singkat tari kecak tersebut dan menampilkan di negaranya dengan set A-C-B-D-E. Tari kecak set A-C-B-D-E tersebut sangat populer di negara dia hingga akhirnya terdengar oleh Bangsa Indonesia yang tahu bahwa seharusnya tari itu gerakannya adalah A-B-C-D-E.
Lalu apa tindakan anda? Tidak masalah karena gerakan A-C-B-D-E toh masih dianggap Tari Kecak? Atau kemudian mencoba memperbaikinya menjadi A-B-C-D-E walaupun itu sukar dilakukan.

Mudah-mudahan ini lebih bisa dimengerti oleh semua pihak.

Dony
Praktisi IT, Bekerja di Malaysia
+6016 3794 674

Anonymous Anonymous »
16 October, 2008 01:19  

GANYANG MALINGSIA!!!

Anonymous Anonymous »
16 October, 2008 01:33  

tetiba i terserempak blog nie,

ewah2 sesama indon tengah gadoi

best gk nk tengok,saper yg lagik power

memang pon korang sng wat benda2 x senonoh kt M'sia, per leh wat? sbb sememangnya indon gitew

baik ko tengok laman web ni http://3gpmelayu.com/ banyak gak awek eh salah - cewet2 indon home video

tengok2 je

Darjah tertinggi ranah Melayu - Daulat Tuanku - Malaysia yer, bukan Malingsier

Blogger turabul-aqdam »
16 October, 2008 07:50  

riza said: "tolong deh hpnya dinyalakan lagi, saya baru ngomong beberapa patah kata doank, dia langsung tutup hpnya."

nah, ini nih duduk persoalannya: GAMPANG MENGHAKIMI. saya ga pernah menutup hape. saya senang ditelpon dari malaysia, tapi batere saya sedang lowbatt.

ketika anda nelpon, kita sempat ber-apakabar ria, sebelum kemudian anda bilang: "loe mikir dong.." dan kemudian terdengar TUTUTUTUTUT..

YUP.. it's reza.. yang menuduh say gak interlek dan kekanak-kanakkan. sekarang kita semua bisa liat betapa KEKANAK-KANAKKANNYA dia. ouch!

***

LIV jika anda ngerasa sakit karena dituding tak nasionalis karena numpang di negeri orang dan sembunyi di ketiak mereka, maka demikian juga yang saya rasakan ketika ANONIM KUNYUK menuduh saya tak nasionalis hanya karena ngendon di jakarta dan memilih nyante menghadapi polemik kata 'indon'.

but.. yes.. saya terpancing untuk PLAY HARD, dan ini tetap tak bisa memberi saya pembenaran untuk memakai kata 'ketak di negeri jiran'. saya meminta maaf jika ada yang tersinggung, dan saya berjanji tak akan memakai kata 'ketiak' lagi.

sebagai gantinya, silahkan anda merasa lebih nasionalis karena menjadi pahlawan devisa dan mengutuk kami yang memilih bersikap tenang dalam kasus perINDONan. MUNGKIN itulah cara anda-anda di seberang sana menghargai saudaranya di negeri sendiri.

untuk persoalan 'numpang hidup', ada baiknya kita ingat ungkapan ini; "urip mung mampir ngombe, NUNUT sawetara nang ndonya."

kita semua nunut (numpang hidup) di dunia, dan ini fakta. saya numpang hidup di jakarta, anda di malaysia. ini bukan persoalan GRATIS-TAK GRATIS, namun lebih pada TEMPORER or PERMANENT STATUS.

***

LIV said: "gimana saya bisa mengganggap anda seorang yang TERPELAJAR dengan kalimat2 anda sebelumnya??"

apakah terpelajar itu berarti mengikuti gaya anda, yakni mudah menghakimi orang lain dan memberikan gelar SOTOY kepada mitra diskusi demi nyenyak tidur? jika itu definisi 'terpelajar' VERSI anda, lebih baik anda pulang kampung,.. daripada malu-maluin bangsa ini di negeri orang.

okelah, jika anda terpelajar, tolong anda komentari bagian ini: "if the PROBLEM is the treatment, then FIGHT that TREATMENT. don't fight the stupid word, honey. why? because the word ain't the reality. the reality U HATE is THE TREATMENT."

uda henry said: "So typical of Indonesian Journalist, who like to make a mockery of everything and makes it getting hotter and hotter and thought whatever they said are true and represent people's aspirations but didn't realize it has destroy a nation piece by piece!"

duh... merdu sekali ucapan uda ini.. tak lebih nista dibanding ucapan malay yang teriak-teriak: "kamu itu tipikal indon yang suka blablablabla.."

kelaut aje deh, bang. kami para jurnalis diwajibkan untuk SKEPTIS menguji FAKTA, untuk kemudian melakukan VERIFIKASI, dan bukannya langsung mengamini curhat anda-anda sekalian. dalam kasus indon, hasil verifikasi ikram dan komentar blog ini adalah:

1. media malay memakai kata INDON dalam konotasi non-derogatif
2. ada kesaksian, TKW kita juga tak masalah dengan sebutan indon
3. tak ada FAKTA yang menunjukkan bahwa seluruh malay menggunakan kata INDON sebagai sarana derogasi
4. ada beberapa kasus penggunaan kata indon dalam konteks derogasi, namun ini tak bisa digeneralisasikan

apa anda akan marah-marah juga ketika ada berita di koran malay bilang: "Indon kuasai pasar komputer Asia" atau "Ilmuwan Indon raih nobel fisika"

coba direnungkan..

***

just sharing.. ketika saya di singapura, seorang supir taksi menghina keindonesiaan saya. dia tak memakai kata INDON, tentunya. namun dia memakai kata INDONESIA sebagai hinaan (derogasi) kepada saya.

"Indonesia itu negara korup! kalian orang-orang indonesia tak mampu menjaga kebersihan, di mana-mana ada sampah, blablabla.."

apakah saya harus meminta dia untuk berhenti memakai kata INDONESIA, seperti kalian meminta orang lain berhenti memakai kata INDON?

tidak. yang saya lakukan adalah berdialog dengan dia. dan PERCAYALAH, dialog itu tak mungkin ada jika kita lebih dulu memasang sikap PARANOID seperti yang dicontohkan saudara-saudara kita di comment blog ini.

OKELAH jika Allah mengabulkan doa kalian dan Dia menghapus kata INDON dari muka bumi, would the problem SOLVED?

NO! para malay itu bisa aja pake kata INDONESIA untuk menghina-hina kalian. "hey Indonesia bangsat!!! blablaba.."

apa kalian kemudian meminta mereka untuk tak pakai kata INDONESIA? plz deh..

dengan mengaturkan hormat saya pada pahlawan devisa, dan memohon maaf sedalam-dalamnya jika ada kata yang menyinggung, izinkan saya menyampaikan ini: "solusinya adalah DIALOG baik-baik seperti disebutkan bang ICHAL, bukannya bersikap PARNO ala orde baru dengan segel sana-segel sini, dilarang ini.. dilarang itu.."

don't be childhish, but be gentlement.

Anonymous Anonymous »
16 October, 2008 09:09  

TURABUL REPLIED : LIV jika anda ngerasa sakit karena dituding tak nasionalis karena numpang di negeri orang dan sembunyi di ketiak mereka, maka demikian juga yang saya rasakan ketika ANONIM KUNYUK menuduh saya tak nasionalis hanya karena ngendon di jakarta dan memilih nyante menghadapi polemik kata 'indon'.

I told you, It's not my post so I can't give u any comments in this part.

TURABUL REPLIED : but.. yes.. saya terpancing untuk PLAY HARD, dan ini tetap tak bisa memberi saya pembenaran untuk memakai kata 'ketak di negeri jiran'. saya meminta maaf jika ada yang tersinggung, dan saya berjanji tak akan memakai kata 'ketiak' lagi.

permohonan maaf anda diterima

TURABUL REPLIED : sebagai gantinya, silahkan anda merasa lebih nasionalis karena menjadi pahlawan devisa dan mengutuk kami yang memilih bersikap tenang dalam kasus perINDONan. MUNGKIN itulah cara anda-anda di seberang sana menghargai saudaranya di negeri sendiri.

saya tidak pernah menulis kalo saya ini seorang yang NASIONALIS tapi anda lah yang pertama kali blow up masalah nasionalis ini...silahkan baca sendiri :

indon anonim yang koar-koar (dan NUMPANG HIDUP di negeri orang) itu ternyata menilai 'kemarahan mereka' ga ada hubungannya dengan 'kualitas dan kedewasaan spiritual'

ya pantes aja nek, dipanggil INDON aja mere-mere.. sekarang saya tahu kadar spiritualitas mereka; ceper.

yang lucu lagi, dia mencurigai saya indon (yang hidup & mengabdi di negeri sendiri ini) tidak se-nasionalis dirinya.

(SILAHKAN ANDA LIAT POSTINGAN SEBELUM ANDA, APAKAH SAYA ADA MENYEBUTKAN KALO DIRI SAYA INI NASIONALIS ? anda sendiri toh yang mengambil kesimpulan dari kalimat gw :

"biarin kita2 ngumpet ketiak negeri jiran, tapi tetep mendatangkan devisa bagi negara. biar kerja di LN, tapi kita tetep taat pajak loh ;) tetep bayar pajakkk bokkk biar kata udah di ngumpet di ketiak negeri jiran. elo bayar pajak ga ? atau justru elo jadi pecundang negara yang ngumpet dibawah kolong meja biar ga dikejar2 buat lunasin pajak :D "

silahkan anda baca kembali post2 saya sebelumnya. apa saya pernah menyebut diri saya ini nasionalis ? ga usah lah bicara soal NASIONALIS, sementara ngurus hidup sendiri aja masih ga becus (this line is for me either)

untuk persoalan 'numpang hidup', ada baiknya kita ingat ungkapan ini; "urip mung mampir ngombe, NUNUT sawetara nang ndonya."

TURABUL REPLIED : kita semua nunut (numpang hidup) di dunia, dan ini fakta.

kalo numpang hidup di dunia gw juga tau bro kalo di dunia ini gw juga cuma NUMPANG (BERDOSA BANGET KALO GW BILANG GW HIDUP DI DUNIA INI KARENA GW BERJUANG SENDIRI, KARENA GW CUMA MANUSIA CIPTAAN TUHAN YANG DITITIPKAN DI DUNIA INI UNTUK MENJALANKAN AMANAH DIA),tapi gw gak terima kalo dibilang NUMPANG HIDUP DI NEGERI ORANG karena kenyataannya hidup di negara orang itu ga gampang bro, harus pisah dari keluarga, teman etc dan berjuang demi kehidupan yang lebih baik. jangan ngeles deh anda..jelas2 kalimat anda NUMPANG HIDUP DI NEGERI ORANG itu artinya seperti ini :

mengapa anda harus sakit hati karena kabur di ketiak malaysia? faktanya, indon macam anda emang kabur dari kampung halaman dan tak ikut memperbaiki negara ini yang sudah kesusahan. ya toh?? (ini tulisan anda loh, gw cuma copast aja dari atas)


saya numpang hidup di jakarta, anda di malaysia. ini bukan persoalan GRATIS-TAK GRATIS, namun lebih pada TEMPORER or PERMANENT STATUS.

jangan ngeles deh lo ! jelas2 maksud lo sebelumnya bukan seperti itu :) grow up dude, jangan jilat ludah sendiri :P

TURABUL REPLIED : apakah terpelajar itu berarti mengikuti gaya anda, yakni mudah menghakimi orang lain dan memberikan gelar SOTOY kepada mitra diskusi demi nyenyak tidur? jika itu definisi 'terpelajar' VERSI anda, lebih baik anda pulang kampung,.. daripada malu-maluin bangsa ini di negeri orang.

see !! you feel the pinch rite for being called SOTOY ? makanya bro...next time sblm koar2, put yourself in other ppl shoes. lo ga mau dikatain sotoy dan (MUNGKIN) menurut lo itu offensive...orang juga ga mau dikatain cuma NUMPANG HIDUP/NGUMPET DI KETIAK NEGERI JIRAN sementara kenyataan yang ada orang berjuang mati2an di negeri orang.

It's vice versa bro...you don't want to be hurted, ppl also don't want to get hurt.

TURABUL REPLIED : okelah, jika anda terpelajar, tolong anda komentari bagian ini: "if the PROBLEM is the treatment, then FIGHT that TREATMENT. don't fight the stupid word, honey. why? because the word ain't the reality. the reality U HATE is THE TREATMENT."

who said we didn't fight for the treatment ?? have u been here ? do you know how we fight for it ? too many to be mention bro...*seriously* come here and you'll see what we said above is SAD BUT IT'S TRUE

we fight for the TREATMENT and CORRECT them how to use a proper word. It's Indonesia (Indo) not INDON. lo kira kita2 cuma koar2 disini kalo kita OFFENSIVE dipanggil INDON, sementara di malaysia kita cuma manut2 aja kalo diperlakukan tidak baik oleh orang lokal ? salah besar lo....that's why you should come here and stay for a short time period mix with the local. then you'll slowly understand and experienced it yourself.

ok this is really my LAST POST here...I wont debate further with someone who is not willing to open eyes and TRY to UNDERSTAND what's happening in reality and demand too hard with his own opinion.

last but not least... I am here to TELL THE TRUTH not to FIGHT.

thanks ;)

Liv

Anonymous Anonymous »
16 October, 2008 09:36  

Quote
@turabul
Tapi g ga abis ngerti napa lo bs2nya manggil diri lo sendiri Indon!!
Apakah perkatan Indonesia terlalu berat dan panjang untuk loe ucapkan..?
Or r u not proud to be Indonesian?

Mohon diperhatikan komen secara keseluruhan!

Saya cuman mempertanyakan:
Why u like to address yourself as Indon?
Doesn’t u want to be addressed properly as Indonesian?
When somebody ask ur nationality, what will u answer them?
Will u say I’m Indon or I’m Indonesian?

Bagi yang ga tau, bs aja mereka menyangka bahwa Indon itu adalah suatu bangsa tersendiri karena begitu seringnya orang2 di Malaysia menyebutkan kata Indon rather than Indonesia.
Kalo diteruskan, bisa2 ke depannya semua orang tidak akan mengenal Indonesia lagi, mereka hanya akan tau “Indon”
Itukah yang Anda mau?

Salam,
athens

Blogger Reza »
16 October, 2008 10:04  

@ all, saya baru saja finish call Turabul, intinya kita berdua saling maaf2an karena saling membunuh karakter kita masing2. Saya juga sudah berikan alamat kondo buat turabul in case dia berminat untuk studi lapangan. Saya sudah tawarkan kepada dia akses untuk shelter KBRI KL bagi lusinan TKI kita. Mungkin nanti setelah Turabul datang ke Malaysia kita bisa bikin diskusi mengenai masalah ini. All, just to remind u bahwa kita disini cuman minta pertanggungjawaban ikram akan tulisan yg dibuat. kita melakukan hak jawab kita sebagai TKI di Malaysia yang merasa bahwa tulisan Ikran itu kurang benar. Jadi mari kita menunggu dengan sabar hingga empunya blog datang dan menjawab komentar kita.

Anonymous rockm4m4 »
16 October, 2008 10:28  

ya wis ya wis.. ya udah ya udah. ni ada satu malokai udah liat arguement ini and post a comment.

quote: Anonymous said...
tetiba i terserempak blog nie,

ewah2 sesama indon tengah gadoi

best gk nk tengok,saper yg lagik power

memang pon korang sng wat benda2 x senonoh kt M'sia, per leh wat? sbb sememangnya indon gitew

baik ko tengok laman web ni http://3gpmelayu.com/ banyak gak awek eh salah - cewet2 indon home video

tengok2 je

Darjah tertinggi ranah Melayu - Daulat Tuanku - Malaysia yer, bukan Malingsier


then stop sampai di sini. no need to continue. for ikram udah lah loe kelamaan bikin es campurnya..

Let me end this with: ini lagu metallicaaaaa....

Cheers and have a good day all.

Blogger iyra »
16 October, 2008 14:19  

Kram sumpah ini lebih rame daripada kaskus..haha..
benx..kenapa ada apa dengan nama saya..



mas..mas..
nanya dong pengertian indon yang disebutkan rockm4m dapat dari mana sih? kamus besar bahasa malaysia???


trus klo orang malaysia ga tau pemenggalan kata yang benar adalah in-do-ne-si-a..yah harap maklum dong..kan bukan bahasa mereka gitu loh..haha


btw..kagak ada bata merah disini..apalagi cendol..apalagi ts...ini blog..bukan kaskus...

Blogger ikram »
16 October, 2008 14:47  

Dear all,

Saya posting baru untuk menanggapi teman-teman sekalian.

Terimakasih banyak. Untuk Reza, thanks for giving me your email address *finally.

Ikram

Anonymous Anonymous »
16 October, 2008 18:15  

Kalau bicara fakta, Reza udah kalah dari awal tuh ... Pas Ikram ngasih dua contoh berita yang pake Aussie sm Amrik.

Reza bego hahahha.

Anonymous Anonymous »
16 October, 2008 20:26  

Halo, yang pada diskusi di sini pasti kurang kerjaan atau tidak tahu kalau ada kerjaan yang lebih penting. Kalian di sini cuma ngomong doang, (yang katanya) debat hal yang remeh temeh, debat untuk hal yang tidak bermutu (ndremimil dalam bhs jawa).
Kalau kalian pergi ke pedalaman papua atau ke pedalaman NTT atau ke Nias atau ke pulau Buru, kalian akan lihat dengan mata kepala kalian sendiri bahwa pekerjaan seabrek di depan hidung kalian. Pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan 24jam sehari 365 hari setahun dan dalam puluhan tahun, hanya untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain.
Indonesia tidak butuh orang yang ngomong doang, Indonesia saat ini butuh orang yang berkarya nyata. Mungkin kalian bisa bilang ngomong juga kerja, memang iya, tapi saat ini Indonesia perlu lebih dari ngomong doang.
Aku masuk ke diskusi ini bukannya ikut larut dalam mainan kalian, tetapi aku ingin menasehati kalian bahwa saat ini jauh lebih penting kerja nyata, pergilah ke daerah sana, kalau hobby ngomong kalian bisa jadi guru, tapi jangan di sini, pergilah ke sana, ke daerah yang tertinggal pembangunannya.
Terserah apa respon kalian dengan tulisannku ini, mau ditanggapi atau dicibir terserah, tidak akan aku gubris. Setelah nulis ini aku akan kerja lagi meneruskan tulisan disertasiku yang belum juga selesai. Begitu selesai, bisa kusumbangkan untuk daerah lain yang belum terjangkau listrik.
Aku sengaja pakai Anonymous, kalau tidak, respon kalian akan subyektif.
Akhir kata: kalau kalian kerjaannya ngomong doang, kalian tidak diperlukan oleh Indonesia SAAT INI.

Blogger turabul-aqdam »
17 October, 2008 12:03  

TO IKRAM, hahhhh... akhirnya, bro.. time to shot the ball! ;)

BTW.. di bawah ini ada komen-komen yang perlu kutanggapi dulu.

***

LIV said: "saya tidak pernah menulis kalo saya ini seorang yang NASIONALIS tapi anda lah yang
pertama kali blow up masalah nasionalis ini..."

saya yang pertama BLOW UP soal nasionalisme dan perindonan? sebelum saya jawab, saya ingin kutip omongan komentator-mental-anonim lain terkait nasionalisme (lagi). here it is..

ATHENS: "Mohon diperhatikan komen secara keseluruhan! Saya cuman mempertanyakan:..."

bro, anda berdua sepertinya perlu berpikir lebih JERNIH, dan terutama ATHENS perlu memperhatikan ALUR DISKUSI secara keseluruhan.

kawan di pihak anda, reza, bilang gini: ".. toh biar dia bisa merasakan pengalaman di negeri
orang dan merasakan sedikit jiwa NASIONALISME dan patriotisme."

SEE? siapa yang narik-narik soal isu nasionalisme duluan? saya, atau pihak anda? plz deh..

tapi sudahlah.. after all, kita sudah bersepakat bahwa perINDONan ini ga ada urusannya dengan
'kadar nasionalisme. begitu bukan?'

***

BTW, just curioused nih.. si LIV ini ngerti gak sih arti kata 'LAST'?

dua kali saya dengar dia ngomong soal 'last-last'an: "this is my last comment', dan 'this is my

last post'

namun..

tetep aja saya menemukan komentar baru dari si doi. hihihi..

oh ya, soal 'numpang hidup' di jiran, saya memang salah.

anda semua ikut memperbaiki negara ini dengan.. mm.. memberantas korupsi di pemkot (dari Malaysia sana), menolak UU MA di mahkamah konstitusi (dari seberang lautan), serta menjaga keamanan lingkungan di indonesia (ENTAH, gimana caranya).

tapi yang jelas, devisa anda membantu mengurangi angka kemiskinan di negeri ini. salute!!!

Anonymous Anonymous »
23 October, 2008 02:39  

Dear All
Sahabat-sahabat Indonesia,


Dari diskusi yang telah sahabat-sahabat Indonesia lakukan ini telah membuktikan bahwa orang-orang Indonesia memang cerdas dan intelek.

Justru dari diskusi ini dan tambahan komentar orang malingsia:
"baik ko tengok laman web ni ** banyak gak awek eh salah - cewet2 indon home video tengok2 je"

HANCUR HATI INI!!
BENNCIII SEKALII!!!
MARAHH BESAARR!!!
INGIN KU GANYANG MALINGSIA BANGSAT!!

Akan tetapi,
terima kasih telah diingatkan pula oleh saudara-saudaraku untuk senantiasa bersabar.
Aku berdoa,
"Yaa Allah SWT ampunilah orang-orang yang suka menyakiti orang lain".

Tetap berjuang saudaraku..


Salam hangat,

- DR.G -
"kawan Bpk. Ikram di Indonesia"


_______________________________________

*Air mata menetes saat menulis ini..
ku persembahkan bagi saudara-saudaraku yang senantiasa berjuang di manapun, terutama bagi para Pahlawan Devisa..
Hormat & Salut..

*Tambahan :
Bagi sahabat-sahabat TKI yang mengalami pemalakan/perlakuan buruk dari petugas imigrasi Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta,
mohon dicatat nama oknumnya dan tindakan yang dialami dengan detail dan jelas, lalu email ke : dr.ginanjar@yahoo.com.
Akan saya teruskan ke Kepala Bandara.
Semoga dapat sedikit membantu..

Anonymous Anonymous »
26 June, 2009 00:10  

Tidak benar kata "Indon" itu semata-mata singkatan "Indonesia", ini tidak seperti halnya "British" disingkat "Brits", "Amerika" disingkat "Amrik" atau "Australia" disingkat "Aussie". Hampir bisa dipastikan bahwa setiap orang Barat yang memanggil British dengan "Brits" saya pikir tidak dengan sentimen cemooh atau menghina, itu adalah sebentuk bahasa singkatan yang mungkin bisa dianalogikan dengan bahasa gaul-nya bule-bule Eropa. Orang Indonesia menyingkat Amerika dengan Amrik atau Autralia dengan Aussie juga tidak dengan dominasi maksud yang menghina, bahkan cenderung merasa 'senang' dalam artian merasa gaul memanggil bule-bule itu dengan sebutan demikian.

Adalah menjadi hal dan kasus yang berbeda ketika orang Malaysia (maaf, untuk selanjutnya saya panggil saja mereka dengan sebutan "Malon") memanggil orang Indonesia dengan sebutan "Indon". Secara bahasa itu memang merupakan singkatan dari Indonesia, namun hampir bisa dipastikan ketika kata "Indon" terlontar dari mulut mayoritas Malon, maka yang terbayang dalam benak mereka yaitu bangsa bodoh, babu, budak atau semacam stigma negatif yang sudah cenderung melekat. Kalaupun ada dari Malon yang menyebut Indon tanpa maksud negatif, saya rasa itu hanya sebagian kecil dan mungkin hanya dari Malon yang hatinya benar-benar 'bersih'. Sepupu saya hampir 7 tahun bekerja di Malaysia, dia menuturkan setiap kali Malon memanggil Indon hampir selalu dengan nada meledek dan tak bersahabat. Secara bahasa, kata "Indon" memang singkatan Indonesia namun di sana sudah kadung melekat sebuah konotasi negatif dan segudang cerita tentang sebuah bangsa yang bodoh, tolol, gagal, kumpulan babu, pendatang haram, dsb. Ini tidak seperti kita menyebut Amrik, Brits atau Aussie. Adakah kita menyebut Amrik, Brits atau Aussie dengan nada menghina mereka?

Saya mahasiswa antropologi, dan saya mempelajari kuliah Antropologi Linguistik, dari yang saya pelajari, bahasa merupakan sebuah alat budaya yang sangat penting sebagai media komunikasi sekaligus merupakan cerminan kognitif sebuah bangsa untuk menggambarkan sesuatu. Bahasa tidak sekedar mencerminkan makna nominal, namun juga menyimpan makna intrinsik yang jauh lebih penting. Bahasa menyimpan ekspresi suatu bangsa, bahasa menyimpan kegembiraan, kesedihan, penghinaan, dll.

Saya jadi teringat laporan perjalanan Frederik Barth tentang etnis Saami di Norwegia yang menjadi korban diskriminasi dalam segala bidang oleh pemerintah Norwegia yang memang didominasi oleh etnis Norway. Etnis Saami ini selalu dipanggil oleh orang Norway dengan sebutan etnis "Lapp" yang berkonotasi negatif. Makna "Lapp" secara luas berarti bangsa bodoh, terbelakang, kuli, babu, dsb. Padahal secara etimologi, kata "Lapp" sama sekali tidak jelek, "Lapp" adalah nama sebuah teluk (fjord) di bagian utara Norwegia yang memang merupakan tempat asal orang Saami, namun kata "Lapp" telah kadung mengusung makna yang cenderung memojokkan kaum Saami.

So??? Bagi saya, jelas "Indon" tidak sama dengan "Indonesia". Masih mau disebut "Indon"??

Blogger turabul-aqdam »
06 August, 2009 21:41  

bos, term 'indon' juga dipakai di Bloomberg, media yang basisnya di negara Barat sono, gak ada hubungan sama sekali dengan malay.

contohnya: http://lists.essential.org/stop-imf/msg00261.html

lalu perlu diperjelas dulu, Anda mau ulas 'indon' sebagai istilah (ranah terminologis), atau sebagai TINDAK UJARAN/ act of speech (ranah pragmatis)?

kalo mo ngomong di ranah pragmatis, jluntrungannya ga jelas. kata 'Batak' aja bisa menjadi derogasi jika act of speednya emang gitu. misal memunculkan wajah nyinyir dengan berkata: "Batak."

namun, ini tak menjadikan kata 'Batak' tiba-tiba perlu dihapus dari muka bumi, bukan? sebuah kasus act of speech tak bisa digunakan untuk mengklaim makna sebuah kata.

ini bukan soal mau-tak mau disebut indon, tapi perlu-tidaknya mere-mere ketika melihat atau mendengar istilah tersebut.

FYI, saya tiap hari liat mesin Bloomberg, kalo mau cari data bond di indonesia, ngetiknya: 'INDON'. apa saya perlu mere-mere pada Bloomberg? dan minta wire asing itu mengubah keyword tersebut?

ah, ter.. la.. lu! :D

Anonymous kia »
10 June, 2010 15:03  

senang rasanya membaca perdebatan yang cerdas,

Blogger oakleyses »
17 October, 2015 09:33  

gucci outlet, nike air max, tory burch outlet, oakley sunglasses, prada handbags, ugg boots, louis vuitton, polo ralph lauren outlet, louis vuitton, kate spade outlet, prada outlet, cheap oakley sunglasses, louis vuitton outlet, louis vuitton outlet, oakley sunglasses, ray ban sunglasses, tiffany jewelry, replica watches, michael kors outlet, longchamp outlet, louboutin, burberry, burberry outlet online, michael kors, christian louboutin outlet, ray ban sunglasses, oakley sunglasses, replica watches, oakley sunglasses, tiffany and co, nike free, michael kors outlet, ugg boots, louboutin shoes, ugg boots, uggs on sale, longchamp outlet, nike outlet, louis vuitton, polo ralph lauren outlet, longchamp, michael kors outlet, michael kors outlet, louboutin outlet, nike air max, ugg boots, michael kors outlet

Blogger oakleyses »
17 October, 2015 09:38  

hermes, sac longchamp, new balance pas cher, kate spade handbags, north face, ray ban uk, nike blazer, burberry, nike roshe run, nike free, nike free run uk, oakley pas cher, true religion jeans, coach outlet, sac guess, air jordan pas cher, nike air max, true religion jeans, ralph lauren uk, air max, hollister pas cher, vans pas cher, ray ban pas cher, timberland, abercrombie and fitch, michael kors, tn pas cher, nike air max, converse pas cher, louboutin pas cher, michael kors, lacoste pas cher, mulberry, michael kors, air force, coach outlet, hollister, nike roshe, coach factory outlet, true religion jeans, nike air max, coach purses, lululemon, hogan, michael kors, north face, vanessa bruno, ralph lauren pas cher, true religion outlet, longchamp pas cher

Blogger oakleyses »
17 October, 2015 09:44  

herve leger, soccer jerseys, hollister, new balance, p90x workout, soccer shoes, reebok shoes, ferragamo shoes, valentino shoes, chi flat iron, beats by dre, converse, asics running shoes, jimmy choo shoes, ray ban, instyler, north face outlet, north face outlet, mac cosmetics, ralph lauren, ghd, abercrombie and fitch, nike trainers, longchamp, iphone 6 cases, timberland boots, louboutin, gucci, nike air max, bottega veneta, oakley, birkin bag, wedding dresses, converse outlet, celine handbags, lululemon, mont blanc, babyliss, insanity workout, mcm handbags, nike roshe, nfl jerseys, nike huarache, hollister, nike air max, vans, hollister, giuseppe zanotti, baseball bats, vans shoes

Blogger oakleyses »
17 October, 2015 09:49  

louis vuitton, toms shoes, moncler outlet, canada goose outlet, ugg,uggs,uggs canada, hollister, coach outlet, canada goose, moncler, doudoune canada goose, juicy couture outlet, michael kors handbags, sac louis vuitton pas cher, pandora charms, canada goose, swarovski, louis vuitton, louis vuitton, doke gabbana outlet, wedding dresses, pandora jewelry, ugg boots uk, moncler, juicy couture outlet, swarovski crystal, moncler, lancel, moncler, supra shoes, michael kors outlet, replica watches, louis vuitton, pandora jewelry, ugg,ugg australia,ugg italia, moncler, canada goose uk, thomas sabo, pandora charms, michael kors outlet online, ugg pas cher, marc jacobs, canada goose, moncler, montre pas cher, barbour, canada goose outlet, links of london, barbour jackets, karen millen, canada goose, moncler, bottes ugg

Blogger 艾丰 »
19 December, 2015 09:16  

jianbin1218
cheap jordans
marc jacobs outlet
tods shoes,tods shoes sale,tods sale,tods outlet online,tods outlet store,tods factory outlet
kobe 9 elite
hollister shirts
hollister
instyler ionic styler,instyler,instyler ionic styler pro
babyliss outlet
converse sneakers
valentino shoes
salomon speedcross 3
ed hardy outlet
nike air foamposite one,foamposite,foamposites,foamposite release 2015,foamposite sneakers,foamposites for sale,foamposite gold
air jordan 4 free shipping
tommy hilfiger outlet
bottega veneta outlet online

Blogger 艾丰 »
19 December, 2015 09:17  

jianbin1218
cheap jordans
marc jacobs outlet
tods shoes,tods shoes sale,tods sale,tods outlet online,tods outlet store,tods factory outlet
kobe 9 elite
hollister shirts
hollister
instyler ionic styler,instyler,instyler ionic styler pro
babyliss outlet
converse sneakers
valentino shoes
salomon speedcross 3
ed hardy outlet
nike air foamposite one,foamposite,foamposites,foamposite release 2015,foamposite sneakers,foamposites for sale,foamposite gold
air jordan 4 free shipping
tommy hilfiger outlet
bottega veneta outlet online

Leave a reply Back to home

tentang saya

tulisan sebelumnya

arsip

IkramPutra©2010 | thanks for stopping by