Every vote does count, but not that much
Thursday, July 09, 2009
Just when we were about to leave our house for polling station yesterday, my father suddenly dropped his plan. He said he wanted to just stay at home.
To which I replied, "So Mom and I will be the only members of this family voting for JK today?"
To which she replied, "Hey I'm voting for SBY!"
What??
I think I'm so lucky nobody around me gets hurt for freely exercising his/her political right. Yes, every vote does count. But not that much. Chill out.
To which I replied, "So Mom and I will be the only members of this family voting for JK today?"
To which she replied, "Hey I'm voting for SBY!"
What??
I think I'm so lucky nobody around me gets hurt for freely exercising his/her political right. Yes, every vote does count. But not that much. Chill out.
Suami Aniaya Isteri Karena Pilih SBY
Rabu, 8 Juli 2009 | 20:44 WITA
...... MZ Muttaqien menjelaskan, penganiayaan itu berawal ketika Yusriani menolak permintaan Abubakar untuk memilih pasangan Jusuf Kalla-Wiranto pada saat pemungutan suara. Namun, sang isteri menolak permintaan suaminya karena mengaku ingin memilih untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
"Kemudian suaminya tiba-tiba naik pitam dengan menganiaya isterinya sendiri dengan cara mencekik, mencakar lehet dan membakar formulir C4 milik istrinya," ujar Muttaqien.
15 Komentar:
Indonesia, selalu ada ada saja. :)
Iya nih. Orang kan memilih JK bukan supaya dia menang, tapi sekedar bikin suara SBY berkurang hehehehe.
Orang = saya :P
Ternyata sinetron ada di dunia nyata....
dan Saya, Kram!
:-)
But, seem do not impact anything, right? hahahahaha
@Azhar, hooh sinetron banget. Musti dicaritahu lebih jauh lagi kenapa si suami bisa kalap begitu.
Karena si istri menolak permintaan, atau karena si istri malah milih SBY? (Kenapa bukan Mega aja, misalnya)
@Beni, pasti berpengaruh dong. Tapi ... pengaruhnya kecil hehehehe.
aku juga, kram. kite serumpun sikap soal SBY.
ini bukan soal menang-kalah, bung beni. terserah kalo SBY akhirnya menang, tapi yang penting: kita konsisten mendukung tokoh yang bersikap politik sejalan dengan sikap kita.
toh, tanggung jawab citizenship kita bukan cuman di pilpres, tapi tiap hari. jadi, kalo SBY macem-macem. kita, eh.. ikram hantam (dan aku kipasi)! :D
@bung turabul-aqdam : saya tidak pro dengan tokoh yang sejalan dengan sikap saya. Cuma pro dengan yang baik dan yang benar menurut apa yang saya ketahui, saya yakini. Kalau saya mengambil acuannya adalah sikap saya, walah kualat besar ini negeri.
Bukan begitu, Bung Ikram? :-)
fanatisme sesat ya kram.. berita kecil yg lo masukin..
Suruhlah suaminya untuk naik papan bilboard lalu lompat dari sana untuk kejayaan SBY..
bung benx: sounds like.. anda BERSIKAP mendukung sesuatu yang menurut anda benar, sehingga mendorong anda memilih tokoh politik tertentu. still, itu adalah sebuah sikap politik. hehe..
Sshhtt.. Sesama pemilih JK ayo kita berdamai saja. Terus bikin rencana kudeta hahahahaha.
Wow, bahaya juga kalau terbaca aparat intelijen. Nanti SBY bisa bilang "Ada blogger merencanakan kudeta."
MasyaAllah........................
nice post nih...
lam kenal yah...
Salam kenal juga :)